Kompas.com - 01/08/2013, 14:57 WIB
Penggagas dan pendiri World Street Food Council, KF Seetoh (pojok kanan) dan perwakilan World Street Food Council di Indonesia, Bondan Winarno (pojok kiri) bersama para penerima penghargaan kuliner kaki lima pada World Street Food Congress di Gandaria City, Jakarta, Selasa (30/6/2013). KOMPAS.com/Fitri PrawitasariPenggagas dan pendiri World Street Food Council, KF Seetoh (pojok kanan) dan perwakilan World Street Food Council di Indonesia, Bondan Winarno (pojok kiri) bersama para penerima penghargaan kuliner kaki lima pada World Street Food Congress di Gandaria City, Jakarta, Selasa (30/6/2013).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
JAKARTA, KOMPAS.com - Kuliner kaki lima (street food) Indonesia masuk dalam daftar 20 kuliner kaki lima terbaik dunia (World Street Food Master) pada kegiatan "World Street Food Congress". Acara ini diselenggarakan di Singapura bulan Juni 2013 lalu.

Ada empat jenis kuliner Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Salah satunya adalah Soto Ayam Ambengan Pak Sadi yang berada di urutan pertama.

Selain soto ayam, ketiga jenis kuliner lainnya adalah Sate Ayam Barokah Haji Basiri di urutan keenam, Nasi Campur Khas Bali di urutan kesebelas, serta Nasi Kapau Afdal yang berada di urutan 16.

"Kenapa Soto Ayam Pak Sadi bisa menjadi yang pertama, ada tiga hal. Yang pertama bagaimana Pak Sadi merintis usaha soto ayamnya dari kecil hingga sekarang dia memiliki 15 outlet," ujar penggagas dan pendiri World Street Food Council, KF Seetoh, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/7/2013).

Selanjutnya, kata Seetoh, yang kedua adalah dengan belasan outlet yang dimiliki oleh Pak Sadi, sudah tentu dia membuka banyak kesempatan kerja. Sedangkan yang ketiga yakni soto ayam menjadi sebuah ikon untuk kuliner Indonesia. Masakan soto tak ada di negara lain di seluruh dunia.

"Mas Sadi menciptakan satu brand dan brand itu suatu resep untuk kuliner Indonesia," kata pakar kuliner dan perwakilan World Street Food Council di Indonesia, Bondan Winarno, pada kesempatan yang sama.

Perwakilan World Street Food Council di Indonesia lainnya, Arie Parikesit, mengatakan ada tiga komponen dalam kegiatan World Street Food Congress di Singapura tersebut yaitu jambore, dialog kuliner serta pemberian penghargaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jambore berupa festival makanan, World Street Food Dialogue atau berdialog dengan para pakar kuliner dunia serta World Street Food Master yaitu penghargaan kepada pedagang kuliner yang dianggap terbaik dari berbagai sisi," kata Arie.

Sementara, penghargaan lain juga diterima Indonesia melalui CEO Eat and Eat Food Market, Iwan Tjandra yang terpilih sebagai "Street Food Enterpreneur of The Year" dan "The Best Street Food Eatery Concept".

Iwan bersama galeri makanannya yakni "Eat and Eat" dianggap telah mengangkat derajat kuliner kaki lima ke tempat yang lebih baik serta dengan profesionalisme modern.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Larang Kedatangan WNA dari 11 Negara Akibat Varian Omicron

Indonesia Larang Kedatangan WNA dari 11 Negara Akibat Varian Omicron

Travel Update
Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Travel Update
Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Travel Update
Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Travel Update
7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

Travel Tips
Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Travel Update
8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

Travel Tips
Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Travel Update
Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Travel Update
Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.