Kompas.com - 03/08/2013, 10:02 WIB
Selain salju, wisatawan yang berkunjung ke Hokkaido juga ditawarkan melihat kehidupan suku Ainu, suku asli pulau tersebut. KOMPAS/JANNES EUDES WAWA Selain salju, wisatawan yang berkunjung ke Hokkaido juga ditawarkan melihat kehidupan suku Ainu, suku asli pulau tersebut.
EditorI Made Asdhiana
PADA pertengahan Mei seharusnya masyarakat Jepang sudah menikmati musim semi dan bersiap-siap memasuki musim panas. Namun, kondisi berbeda tampak di Hokkaido, pulau paling utara negeri ”Matahari Terbit” tersebut. Di banyak tempat, terutama bagian timur dan utara, masih terlihat salju yang cukup tebal menutupi kawasan hutan dan permukiman.

Saat dalam penerbangan dengan pesawat Boeing 778 milik All Nippon Airways dari Bandara Haneda, Tokyo, menuju Sapporo (Hokkaido), Senin (13/5/2013), dari udara tampak bukit dan gunung yang terbentang di Hokkaido masih diselimuti salju. Pramugari maskapai itu juga tidak lupa mengabarkan bahwa suhu udara di Sapporo sekitar 7 derajat celsius. Padahal, suhu udara Tokyo 14 derajat celsius.

Begitu turun dari pesawat, kami langsung disambut sejumlah pejabat dan pengelola Badan Pariwisata Jepang wilayah Hokkaido. Mereka sangat antusias menyambut tujuh wartawan dari Indonesia, termasuk Kompas.

”Selamat datang di Hokkaido. Saat ini suhu udara masih dingin, bahkan di beberapa tempat masih ada salju. Peristiwa seperti ini sangat jarang terjadi di sini. Semoga kalian menikmati suasana ini,” kata Yasuda Toshiyuki, Direktur Divisi Pariwisata Internasional Badan Pariwisata Jepang wilayah Hokkaido.

Masyarakat Jepang mengenal empat musim. Musim dingin terjadi selama Desember hingga Februari, dilanjutkan musim semi pada Maret hingga Mei. Setelah itu musim panas selama Juni hingga Agustus, dan musim gugur pada September sampai November.

Namun, terdapat perbedaan iklim yang mencolok antara wilayah utara dan selatan. Pada musim dingin, misalnya, tidak semua wilayah Jepang diselimuti salju. Kepulauan Ryuku yang terletak paling selatan beriklim subtropis dengan suhu hangat selama musim dingin.

Sebaliknya, di Hokkaido, selama Desember hingga Februari suhu udara bisa mencapai minus 10 derajat celsius. Saat itu, setiap orang yang berkunjung ke sana harus menyiapkan diri untuk menghadapi suhu ekstrem.

Fenomena dan kondisi alamnya berbukit-bukit dan terdapat banyak danau. Itu membuat pulau tersebut memiliki daya tarik nan sensasional. Wajar saja jika masyarakat Jepang dan Asia menjadikan Pulau Hokkaido sebagai salah satu destinasi favorit untuk berlibur.

Di awal Februari selalu digelar Festival Salju di Sapporo, ibu kota Perfektur Hokkaido. Dalam festival musim dingin terbesar di Jepang itu ditampilkan aneka kegiatan yang terkait dengan salju. Festival ini mampu menyedot lebih kurang 2 juta wisatawan domestik dan asing. ”Festival Salju dilakukan sejak tahun 1950, dan setiap tahun terus dibenahi kekurangannya sehingga sekarang menjadi yang terbesar di Jepang,” kata Yasuda.

Suku Ainu

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.