Sambut Pengunjung, Kebun Raya Bogor Berbenah

Kompas.com - 04/08/2013, 20:39 WIB
Pengunjung mengabadikan Raffflesia Patma yang mekar di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/11/2012). Mekarnya bunga langka itu menarik wisatawan maupun peneliti tumbuhan untuk datang ke Kebun Raya Bogor.

KOMPAS/ANTONY LEEPengunjung mengabadikan Raffflesia Patma yang mekar di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/11/2012). Mekarnya bunga langka itu menarik wisatawan maupun peneliti tumbuhan untuk datang ke Kebun Raya Bogor.
|
EditorI Made Asdhiana
BOGOR, KOMPAS.com - Salah satu pusat konservasi flora yakni Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, melakukan persiapan untuk menyambut Liburan Lebaran 2013. Persiapan dimaksudkan untuk menjamin kenyamanan pengunjung yang datang.

"Kita ada kerja sama dengan polisi dan PMI, nanti kita juga persiapkan ambulance. Serta petugas penjaga sekitar seratus empat puluh sampai seratus lima puluh orang," tutur Direktur Kebun Raya Bogor, Mustaid Siregar, di Bogor, Jumat (2/8/2013).

Menurut Mustaid, pihaknya mengupayakan kualitas kunjungan dengan fasilitas yang dimiliki kebun raya. Ia mengharapkan terutama anak-anak sekolah yang datang ke kebun raya membawa "hasil" berupa edukasi terkait flora yang ada.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu mengatakan, puncak kunjungan Kebun Raya Bogor ada pada saat libur lebaran. "Kelihatannya dari tahun ke tahun kenaikannya luar biasa di libur lebaran. Pertumbuhan pengunjung sekitar 10 persen," katanya.

Seperti diketahui, berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kebun Raya Bogor mendapatkan kunjungan satu juta pengunjung pada tahun 2012. "Justru di libur lebaran lebih tinggi dari liburan sekolah (bulan Juni)," katanya.

"Kunjungan ada pada segmen anak-anak SD, SMP, SMA dan mahasiswa. Agar mereka lebih belajar banyak mengenai flora di Indonesia," sambung Mari.

Sedangkan untuk kunjungan wisatawan mancanegara, Mustaid menimpali, puncak kunjungan terjadi pada bulan Juli. "Pengunjung yang kita harapkan memang pengunjung yang ingin belajar mengenai flora. Tak hanya sekadar leisure ataupun bersenang-senang," kata Mustaid.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

Whats Hot
Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Whats Hot
Persiapkan 'New Normal', Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Persiapkan "New Normal", Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Whats Hot
Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Whats Hot
#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

Whats Hot
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Jalan Jalan
Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Whats Hot
Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Makan Makan
AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

Whats Hot
Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Makan Makan
Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Makan Makan
Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Jalan Jalan
Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Whats Hot
Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Jalan Jalan
TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X