Kompas.com - 06/08/2013, 16:41 WIB
EditorI Made Asdhiana

Sayangnya, deretan pantai pasir putih sepanjang hampir 5 kilometer itu tidak dilengkapi kamar kecil dan air bersih. Akses menuju pantai sepanjang 4 kilometer dari ruas jalan utama, jalur Ile Boleng-Tobilota (40 kilometer), itu pun dibangun secara swadaya oleh masyarakat Desa Bedalewun.

Gotong royong

Ketika Kompas mengunjungi pantai itu tampak sekitar 100 warga Dusun I, Desa Bedalewun, Kecamatan Ile Boleng, Flores Timur, sedang bergotong royong membangun jalan itu. Kaum wanita mencari batu di tepi jalan, lalu menimbun di badan jalan, sementara kaum pria mencampur semen, pasir, dan batu kerikil lalu mengecor jalan itu.

Menurut Karolus, jalan sepanjang 4 kilometer ini dikerjakan secara swadaya oleh tiga dusun. Dusun I mengerjakan setiap hari Kamis, Dusun II hari Jumat, dan Dusun III setiap hari Sabtu. Masing-masing dusun beranggotakan 100-120 warga. Setiap dusun mengerjakan jalan 100 meter per pekan.

Mereka membawa bekal sendiri dari rumah. Bekal berupa pisang, ubi rebus, nasi, ikan, dan daging ayam itu digabungkan untuk dimakan bersama-sama.

”Pantai wisata ini menjadi aset Desa Bedalewun. Karena itu, kami bertanggung jawab, termasuk keamanan dan keindahan pantai. Orang yang mabuk miras, kami keluarkan dari lokasi pantai karena bakal merusak semua fasilitas pantai yang ada,” kata Karolus.

Setiap akhir (tutup) tahun grup musik Fajar Band dari Adonara menggelar konser di pantai itu, diikuti sekitar 2.000 pengunjung. Saat itu, pendapatan dari hasil kunjungan (penjualan karcis) Rp 2 juta. Karcis dikeluarkan desa dan dimanfaatkan untuk kepentingan desa.

Uang hasil kunjungan wisatawan lokal digunakan untuk belanja semen guna pembangunan ruas jalan itu. Mereka masih butuh dana sekitar Rp 20 juta untuk membeli semen dan pasir untuk mengecor 2 kilometer jalan.

Pembangunan jalan itu ditargetkan selesai akhir tahun ini. Setelah itu, mereka akan merehabilitasi pondok-pondok di bibir pantai yang sudah mulai rusak diterpa angin kencang dari laut.

”Pekerjaan masih banyak. Setelah pondok, kami akan bangun sarana MCK (mandi, cuci, kakus). Selama ini, pengunjung selalu kesulitan MCK. Karena setelah mandi di laut, orang butuh air tawar untuk membersihkan badan dari air asin dan kebutuhan toilet. Setelah itu dibangun pos jaga dan rumah penginapan sederhana berbahan bangunan lokal,” kata Karolus.

Ny Tien Lakan, warga Dusun I, Desa Bedalewun, yang ikut dalam kegiatan itu, mengatakan, Pantai Nerewatutena sangat menarik minat wisatawan lokal. Hampir setiap hari selalu ada pengunjung.

Terkadang pengunjung bermalam di pantai itu. Mereka ingin mencari kedamaian dan ketenangan. Namun, fasilitas pendukung, seperti penginapan dan sarana MCK, belum ada.

Turis asing belum pernah mengunjungi pantai itu karena promosi kurang, bahkan tidak ada. Turis asing bisa menginap di sejumlah penginapan di Waiwerang, kota Kecamatan Adonara Timur, sekitar 7 kilometer dari Pantai Watutena.

Ia menegaskan, kawasan pantai itu aman. Kekacauan dan perang yang terjadi akibat perebutan batas tanah desa jauh dari pantai itu. (Kornelis Kewa Ama)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Harga Tiket dan Jam Buka

Panduan Wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Harga Tiket dan Jam Buka

Travel Tips
5 Baju Adat Jokowi Saat Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI

5 Baju Adat Jokowi Saat Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI

Jalan Jalan
5 Tips Wisata ke Pop Art Jakarta 2022 Senayan Park, Pakai Baju Putih

5 Tips Wisata ke Pop Art Jakarta 2022 Senayan Park, Pakai Baju Putih

Travel Tips
Festival Golo Koe Tampilkan The New Labuan Bajo kepada Dunia

Festival Golo Koe Tampilkan The New Labuan Bajo kepada Dunia

Travel Update
Festival Golo Koe Labuan Bajo NTT Akan Jadi Acara Tahunan

Festival Golo Koe Labuan Bajo NTT Akan Jadi Acara Tahunan

Travel Update
Meluruskan Kebijakan Tarif Masuk Taman Nasional Komodo

Meluruskan Kebijakan Tarif Masuk Taman Nasional Komodo

Travel Update
Jokowi Pakai Baju Adat Bangka Belitung Saat Pidato Kenegaraan

Jokowi Pakai Baju Adat Bangka Belitung Saat Pidato Kenegaraan

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Simak 5 Promo Wisata Gratis untuk Pemilik Nama Agus

HUT Ke-77 RI, Simak 5 Promo Wisata Gratis untuk Pemilik Nama Agus

Travel Promo
Visa Turis Bisa untuk Umrah, Tak Berlaku bagi Jemaah Indonesia

Visa Turis Bisa untuk Umrah, Tak Berlaku bagi Jemaah Indonesia

Travel Update
7 Mobil Kepresidenan Parkir di Lobi Sarinah, Bisa Foto Bareng

7 Mobil Kepresidenan Parkir di Lobi Sarinah, Bisa Foto Bareng

Travel Update
Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Travel Update
Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Travel Update
Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Travel Promo
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.