Taman Safari Cisarua Luncurkan Wahana Komodo

Kompas.com - 09/08/2013, 18:36 WIB
Pengunjung berfoto dengan burung julang emas (Aceros undulatus) koleksi Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/9/2010). Burung keluarga hornbil yang tersebar di India, Vietnam, dan Indonesia ini terancam punah karena perburuan paruhnya dan habitatnya terganggu. KOMPAS/LUCKY PRANSISKAPengunjung berfoto dengan burung julang emas (Aceros undulatus) koleksi Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/9/2010). Burung keluarga hornbil yang tersebar di India, Vietnam, dan Indonesia ini terancam punah karena perburuan paruhnya dan habitatnya terganggu.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
BOGOR, KOMPAS.com — Lembaga konservasi satwa di luar habitat asli Taman Safari Indonesia Cisarua, Bogor, meluncurkan "Komodo Dragon Island" guna menyambut libur Lebaran 2013.

"Pada era modern saat ini, presentasi satwa tidak hanya sekadar penampilan saja, tetapi harus mampu mengangkat sisi budaya, ekologi, edukasi, dan memberikan hiburan yang yang sehat, itulah yang kami ingin sampaikan melalui wahana ’exhibition’ (ruang pamer besar) Komodo ini," kata Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Jansen Manansang di Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/8/2013).

Ia menjelaskan sebagai negara dengan julukan "Mega Biodiversity", Indonesia patut berbangga karena memiliki banyak sekali keanekaragaman hayati yang tidak akan pernah ditemukan di belahan dunia manapun.

Di kawasan Indonesia timur, khususnya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, masih terjaga kadal terbesar di dunia yaitu Komodo.

"Komodo diyakini adalah satwa peninggalan zaman purba yang masih tersisa menempati kawasan kecil di kepulauan Nusa Tenggara Timur," katanya.

Dikemukakannya bahwa satwa Komodo sangat unik, yakni mempersenjatai dirinya dengan liur yang banyak mengandung bakteri. Kurangnya persaingan predator di habitatnya, katanya, membuat komodo tumbuh meraksasa.       

Masyarakat di Pulau Komodo meyakini bahwa mereka masih satu keturunan dengan satwa tersebut, sehingga mereka bisa hidup berdampingan dengan damai bersama satwa tersebut.

"Keunikan tersebut yang berusaha ditangkap oleh Taman Safari Indonesia dengan adanya wahana tersebut," katanya.

Ia menjelaskan dengan luas sekitar 2.000 meter persegi, wilayah bangunan dan sekitarnya  terlihat megah, dengan kolaborasi antara satwa dan budaya, juga dipadu dengan toko cendera mata dan kafe.

"Kami berusaha mengedukasi pengunjung, tanpa pengunjung menyadarinya. Sehingga kami membuat seolah-olah ada lorong tambang, rumah adat, dan tentu saja kandang pamer komodonya," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X