Candi Muaro Jambi, Wisata Favorit Saat Lebaran

Kompas.com - 11/08/2013, 09:48 WIB
Pengunjung melihat Candi Tinggi di Kompleks Situs Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (10/11). Kompleks situs ini luasnya sekitar 17,5 kilometer persegi dan diperkirakan ada sekitar 110 buah candi. Situs Muarao Jambi yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-4 hingga ke-11 Masehi ini menjadi tempat pengembangan ajaran Budha pada masa Melayu Kuno.  KOMPAS/IWAN SETIYAWANPengunjung melihat Candi Tinggi di Kompleks Situs Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (10/11). Kompleks situs ini luasnya sekitar 17,5 kilometer persegi dan diperkirakan ada sekitar 110 buah candi. Situs Muarao Jambi yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-4 hingga ke-11 Masehi ini menjadi tempat pengembangan ajaran Budha pada masa Melayu Kuno.
EditorI Made Asdhiana
JAMBI, KOMPAS.com - Candi Muaro Jambi yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, menjadi destinasi wisata favorit bagi masyarakat setempat, bahkan warga luar daerah, saat menikmati libur Lebaran 1434 Hijriah.

Muhammad Havis alias Ahok (35), salah seorang pemandu wisata di kawasan Candi Muaro Jambi mengatakan bahwa dalam sehari lebih dari 2.000 orang pengunjung datang ke kawasan situs percandian itu.

"Memasuki hari ketiga lebaran ini bahkan semakin ramai. Banyaknya pengunjung hingga memacetkan jalan menuju kawasan percandian," ujarnya di Sengeti, Ibu Kota Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (10/8/2013).

Menurut Ahok, maraknya pemberitaan tentang Candi Muaro Jambi diperkirakan menjadi salah satu penyebab semakin terkenalnya situs percandian terluas di Asia Tenggara itu.

Ia menyebutkan bahwa sejak awal 2012 jumlah pengunjung Candi Muaro Jambi semakin bertambah setiap bulannya. Rata-rata pengunjung mencapai 6.000 orang dan didominasi oleh wisatawan lokal.

"Kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Sudah ada respons positif dari masyarakat memilih berkunjung ke Candi Muaro Jambi. Salah satunya tentu dengan peningkatan fasilitas wisata di sini agar pengunjung lebih betah," jelasnya.

Menurut Ida (30), salah seorang pengunjung, dirinya sengaja datang ke Candi Muaro Jambi untuk berlibur bersama keluarga. "Kami tinggal dan bekerja di Palembang, Sumatera Selatan. Namun keluarga ada di Jambi, sekalian mudik, kami memilih Candi Muaro Jambi untuk berwisata, karena memang di Jambi sangat jarang tempat wisata alam seperti ini. Apalagi di sini tempat dan suasananya sejuk dan bagus, lokasinya juga di tepi sungai," paparnya.

Lokasi candi tidak terlalu jauh dari Kota Jambi, karena hanya berjarak sekitar 30 kilometer atau sekitar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Lokasinya yang berada tepat di jalur Sungai Batanghari bisa menjadi lokasi favorit untuk berwisata sejarah maupun alam.

Dengan luas kurang lebih mencapai 12 kilometer persegi, di areal dijumpai sedikitnya 82 situs candi dari berbagai ukuran. Semua candi kini terawat dengan rapi di bawah pengawasan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi.

Situs ini membentang dari barat ke timur sepanjang 7,5 kilometer dari tepian sungai Batanghari. Dulunya tempat ini belum banyak dikenal orang kecuali penduduk setempat. Baru sekitar tahun 1820 secara terbatas situs ini mulai terungkap setelah kedatangan SC Crooke, seorang perwira Inggris, ketika dalam tugasnya mengunjungi daerah pedalaman Batanghari.

Kemudian dilanjutkan seorang sarjana Belanda, bernama FM Schnitger dalam ekspedisi kepurbakalaan di Wilayah Sumatera antara 1935-1936. Sejak saat itu, situs ini mulai terkenal.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pengunjung melihat Candi Tinggi di Kompleks Situs Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (10/11/2012). Kompleks situs ini luasnya sekitar 17,5 kilometer persegi dan diperkirakan ada sekitar 110 buah candi. Situs Muarao Jambi yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-4 hingga ke-11 Masehi ini menjadi tempat pengembangan ajaran Buddha pada masa Melayu Kuno.
Berawal dari itulah, maka sejak tahun 1976 hingga kini situs ini mulai secara serius dilakukan penelitian dan preservasi arkeologi.

Di dalam situs tidak hanya terdapat beberapa buah candi, tetapi juga menyimpan berbagai artefak kuno,seperti arca, keramik, manik-manik, mata uang kuno serta berbagai jenis peninggalan lainnya.

Selain itu, terdapat delapan kompleks percandian, kolam kuno bagi penduduk setempat disebut kolam Tanggorajo serta diperkirakan lebih dari 60 buah menapo atau gundukan tanah reruntuhan sisa bangunan kuno. Dijumpai juga sedikitnya enam kanal atau parit-parit kuno buatan manusia masa lalu, diberi nama Parit Sekapung, Johor dan Melayu.

Dalam kawasan candi ini diduga masih banyak candi atau benda lainnya yang belum terkelola, akibat keterbatasan tenaga dan kondisi geografis kawasan itu sebagian hutan belukar, sehingga sulit untuk dikerjakan.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
Ketep Pass Buka Lagi,  5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Ketep Pass Buka Lagi, 5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Travel Update
PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X