Kompas.com - 12/08/2013, 09:45 WIB
Mata uang asing. KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANMata uang asing.
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Salah satu kebingungan saat ingin berlibur ke luar negeri adalah cara mendapatkan uang lokal negara tujuan. Apakah lebih baik membeli uang di sana atau di Indonesia? Lebih baik ini maksudnya lebih untung dan mudah yang mana.

Memang banyak negara yang menggunakan lebih dari satu mata uang. Biasanya negara tersebut menggunakan mata uang lokal dan dollar Amerika Serikat dan atau Euro. Di Kamboja misalnya, transaksi sehari–hari banyak menggunakan dollar AS, mulai membayar belanjaan di supermarket sampai membayar sopir Tuk Tuk (semacam bentor sebagai taksi lokal).

Di Turki banyak penjual di pasar menjual dengan 3 mata uang, Turkish Lira, dollar AS, dan Euro. Tapi tetap saja, akan lebih mudah dengan menggunakan mata uang lokal karena nilainya lebih murah, mudah, dan ramah. Maksudnya akan mudah diterima di mana pun di penjuru negeri tanpa khawatir menjadi tidak punya uang karena uang yang kita punya tidak laku.

Tidak semua mata uang negara di dunia ini tersedia di money changer Indonesia. Misalnya: mata uang negara tetangga sesama ASEAN pun masih ada yang tidak tersedia atau sulit ditemukan di Indonesia seperti mata uang Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam dan Filipina. Mata uang negara–negara lainnya yang banyak dijadikan tujuan wisata juga masih ada yang sulit ditemukan seperti mata uang Turki, Perancis, Jerman, dan lain-lain.

Bila mata uang negara yang kita tuju banyak tersedia, lebih baik beli di Indonesia. Bila tidak, mata uang yang aman kita bawa untuk ditukar di sana adalah dollar AS dan Euro. Bisa juga Poundsterling.

Simak beberapa hal yang harus diperhatikan saat menukar uang di tempat penukaran uang atau money changer:

1. Cek nilai mata uang negara yang dituju sebelum berangkat. Cara mudahnya adalah melalui internet di kategori currency atau mata uang. Bisa juga tanya ke agen travel besar atau money changer  terdekat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Biasanya nilai tukar di money changer di bandara kedatangan lebih rendah atau dengan kata lain harganya lebih mahal di banding di luar bandara. Selain bandara, hotel juga biasanya memasang harga lebih mahal. Jadi hindari semaksimal mungkin menukar uang di bandara dan hotel. Jika terpaksa tukar sedikit saja untuk ongkos keluar bandara sampai penginapan atau untuk satu keperluan saja.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Mata uang asing.

3. Harga jual di money changer ada yang dengan komisi dan ada yang tidak memakai komisi. Biasanya komisi berkisar 3-7 persen. Jangan tertipu dengan nilai jual yang tinggi dibanding money changer lain padahal memakai komisi. Ujung-ujungnya harga akhirnya akan sama saja dengan yang tanpa komisi bahkan bisa lebih mahal. Perhitungkan saja dengan cermat. Bila ada pilihan, pilihlah yang tanpa komisi.

4. Carilah money changer  yang bisa dipercaya. Ini penting untuk menghindari penipuan. Ada beberapa tips untuk menemukan money changer yang bisa dipercaya:

- Minta petunjuk atau rekomendasi dari staf hotel tempat penukaran uang yang dipercaya.

- Kenali wilayah dan kawasan yang aman. Di beberapa negara, ada beberapa wilayah yang banyak money changer–nya dikenal sering menipu. Biasanya mereka membayarkan uang tukar kurang dari jumlah yang seharusnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

Travel Update
Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Travel Tips
10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

Travel Tips
Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

Travel Tips
Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Travel Update
Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Travel Update
Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Travel Update
10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

Jalan Jalan
Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Travel Update
Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.