Kompas.com - 13/08/2013, 10:36 WIB
Wisatawan mengunjungi Kali Gendol, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengunjungi Kali Gendol, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan-jalan ala backpacker kian digandrungi. Namun, kerap kali calon pelancong kesulitan merencanakan perjalanan mereka, karena tempat yang dituju masih terbilang awam. Peluang inilah yang dilirik sejumlah pebisnis kreatif sehingga lahirlah trip organizer berkonsep backpacker.

Meskipun menggunakan jasa perencana perjalanan, namun tidak meninggalkan konsep awal backpacker, yaitu bertualang mengeksplor suatu wilayah, serta menggunakan biaya relatif murah.

Salah satu yang menjajal usaha ini adalah Alvan Prihandijaya di Jakarta. Pemilik usaha 100%Traveller ini menyebut, sesuai konsep utama backpacker, ia selalu berupaya menekan biaya pada setiap trip yang dirancang.

Menurutnya, ongkos jalan-jalan dapat ditekan dari biaya transportasi dan akomodasi. "Kami menyesuaikannya dengan memilih penginapan di homestay atau hostel (luar negeri), serta menggunakan low cost airlines," tutur pria kelahiran 35 tahun silam ini.

Makanya, Alvan bisa mematok biaya perjalanan relatif murah. Yang termurah ia tawarkan, yakni trip satu hari ke Kepulauan Seribu seharga Rp 100.000. Adapun, yang termahal atau trip spesial diadakan sekali dalam setahun ke Eropa. Biayanya sekitar Rp 15 juta. "Turis asing paling favorit trip ke Indonesia Timur," ujarnya.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Becak wisata di Paris.
Dalam setiap trip, ia menetapkan kuota peserta berkisar 10 hingga 70 orang. Asal tahu saja, Alvan tertarik merintis trip ala backpacker karena memang sudah hobi jalan-jalan sejak kecil.

Ia pun melihat peluang besar di bisnis pariwisata ini, sehingga memutuskan menyulap hobinya itu menjadi sebuah pekerjaan. Alhasil, sejak 2009 berdirilah 100%Traveller, yang merancang trip berbiaya murah. "Sebenarnya saya lebih suka disebut low budget traveling daripada backpacker," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain promosi dari mulut ke mulut, nama 100%Traveller semakin dikenal karena Alvan rajin promosi lewat twitter dan website.

Pemain lain di bisnis trip ala backpacker adalah Suluh Pratitasari asal Yogyakarta. Bagi pemilik Matatours ini, konsep backpacker bukan semata-mata biaya murah, namun lebih menekankan pada aktivitas mengeksplor suatu tempat semaksimal mungkin. Inilah keunggulan konsep trip Matatours.

Perempuan yang akrab disapa Tita ini selalu mendampingi setiap trip yang diadakan Matatours. Meski begitu, ia membebaskan peserta tur untuk mengeksplorasi tempat wisata. Dengan demikian, setiap peserta punya kesempatan dan waktu yang cukup untuk memuaskan rasa ingin tahu di suatu tempat wisata.

BARRY KUSUMA Bersepeda di Bromo.
Misalnya, pada trip ke Eropa, peserta yang hobi seni bisa berkonsultasi pada Tita mengenai tempat-tempat kesenian yang layak dikunjungi. "Saya hanya berikan pengarahan petunjuk jalan dan transportasi yang perlu diketahui. Selanjutnya, mereka yang menjalani wisata sesuai keinginan mereka,” paparnya.

Trip yang diusung Tita terbilang istimewa, karena tidak melupakan konsep awal seorang backpacker. Tak heran, nama Matatours cukup populer, meski baru berdiri sejak 2012. Kini,  Tita mengorganisir puluhan perjalanan, baik di dalam negeri, seperti Bali dan Yogyakarta, hingga Bangkok, Nepal, dan Eropa. Tita bilang, Eropa menjadi destinasi favorit.

Jumlah peserta bervariasi, berkisar 8 - 30 orang. Biaya sekali trip beragam, mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 30 juta. Perjalanan berlangsung selama 3 hari untuk wilayah Asia, dan 8 - 12 hari untuk kawasan Eropa.

Paham lokasi

Supaya peserta trip benar-benar bisa menikmati trip, maka seorang trip organizer harus paham betul lokasi yang dituju. Ini untuk menghindari peserta tersesat dan pemborosan waktu.

Makanya, Tita mengklaim, ia hanya merancang trip ke wilayah yang sudah pernah ia jalani. "Jadi, saya bisa berikan pengarahan yang tepat soal transportasi dan arah yang akan dijalani peserta trip," ungkapnya.

AYUB ARDIYONO Di dermaga, sebelum meninggalkan Pulau Kenawa, di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Seorang trip organizer lainnya, Dimas Agung mengamini hal ini. Menurutnya, tour guide ala backpacker jelas harus menguasai medan wisata yang ditawarkan. "Pemandu harus tahu letak titik-titik wisata.Lebih bagus lagi kalau sudah tau medannya seperti apa," beber pemilik Malang Holidays ini.

Pria yang berdomisili di Malang, Jawa Timur ini menjual paket trip ke Gunung Bromo selama dua hari satu malam. Ia mematok harga paket Rp 450.000 per orang. Saban bulan, ia bisa meraup omzet minimal Rp 18 juta. Bahkan, jika musim liburan, bisa mencapai Rp 68 juta sebulan. “Margin saya sekitar 5-20 persen,” ujar pria yang memulai bisnis trip backpacker sejak awal 2013 ini.

Sementara Alvan, bisa melakukan dua trip dalam sebulan, baik di dalam atau luar negeri. Omzetnya sekitar Rp 150 juta sebulan. Adapun, penghasilan Tita lebih menggiurkan. Tahun lalu, omzetnya mencapai Rp 1 miliar. Pada semester pertama tahun ini, pendapatan Matatours bahkan sudah mencapai Rp 1 miliar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Kontan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Travel Update
7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

Travel Tips
PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

Travel Update
Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

Travel Tips
Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022

Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022

Travel Update
Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

Travel Tips
12 Desa Wisata yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Ada Oro Oro Ombo

12 Desa Wisata yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Ada Oro Oro Ombo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.