Kompas.com - 14/08/2013, 09:48 WIB
EditorI Made Asdhiana

Danau bekas tambang uranium

Selain air terjun, di Australia juga banyak danau. Salah satu danau tergolong unik karena terbentuk di bekas tambang uranium, yang diberi nama Danau Rum Jungle. Danau ini terletak di Australia Utara, sekitar 65 kilometer arah barat daya Darwin. Posisi danau ini sebelum pintu masuk Taman Nasional Litchfield.

Secara fisik, danau ini tidak menarik, tetapi secara historis memiliki nilai tersendiri. Menurut pemandu tur kami, Anne Korry, Danau Rum Jungle pada tahun 1950-an sangat populer. Tempat yang sekarang menjadi danau ini dulunya merupakan lokasi penambangan uranium yang dibuka pada tahun 1949. Saat itu, Rum Jungle menjadi lokasi penambangan terbesar di Australia.

Pada 1971, kontraktor penambangan dan pemerintah tidak menyadari terjadinya pergeseran siklus Muson. Ketika itu terjadi hujan lebat selama berhari-hari. Lokasi penambangan yang dekat dengan Sungai Finnis itu terendam air, banjir. Alat-alat pengeruk bahan tambang dan sejumlah kendaraan tak dapat diselamatkan.

Situs uranium yang masih menganga setelah dikeruk dan belum sempat diambil kandungannya terendam dan larut di air. Badan Energi dan Atom Australia dan kontraktor yang menggarap pertambangan menolak merehabilitasi lingkungan.

Upaya menetralkan kandungan radioaktif baru dilakukan pada 1977, setelah adanya penyebaran radiasi di Sungai Finnis dan dinyatakan sebagai bencana polusi terbesar di Australia. Upaya pembersihan bahan radioaktif belum selesai seluruhnya.

Sejumlah penelitian secara periodik menyebutkan masih ada kandungan Gamma di air Danau Rum Jungle. Rum Jungle populer sebagai satu-satunya perairan di Darwin yang tidak menjadi sarang bermukimnya buaya.

Masyarakat merasa aman dan nyaman karena tidak ada buaya air tawar yang berkeliaran di sana. Namun, mereka lupa ada peringatan soal masih adanya radiasi di danau tersebut. Bahkan, tidak jarang danau itu menjadi tempat lomba kano, renang, hingga selam.

Uranium merupakan bahan yang bersifat radioaktif dan telah digunakan untuk membuat bom atom. Sekarang uranium digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik dan menjadi bahan bakar yang berharga. Kira-kira 30 persen dari bijih uranium dunia dimiliki Australia. Uranium bisa digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir dan digunakan sebagai isotop radioaktif untuk mengobati pengidap kanker.

Australia telah menandatangani perjanjian internasional untuk menghentikan uji coba bom nuklir. Karena itu, uranium Australia tidak boleh digunakan untuk membuat bom nuklir. Australia menginginkan agar uraniumnya digunakan untuk perdamaian. (ADI SUCIPTO)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Jalan Jalan
15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

Travel Promo
Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Travel Update
Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Travel Update
Mal hingga Sungai Han, Lokasi Terdampak Banjir di Korea Selatan

Mal hingga Sungai Han, Lokasi Terdampak Banjir di Korea Selatan

Travel Update
3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

Travel Update
5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

Travel Tips
Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Travel Update
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Travel Update
Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Jalan Jalan
Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Travel Update
Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jalan Jalan
Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.