Pesona di Balik Lorong Tua Laweyan

Kompas.com - 14/08/2013, 11:59 WIB
Ndalem atau ruang keluarga pedagang batik Laweyan, Solo, yang kini lazim dijadikan gerai penjualan batik. Rumah saudagar batik yang dulu tertutup bagi umum kini terbuka seiring dibukanya Kampoeng Batik Laweyan sejak tahun 2005. KOMPAS/WAWAN H PRABOWONdalem atau ruang keluarga pedagang batik Laweyan, Solo, yang kini lazim dijadikan gerai penjualan batik. Rumah saudagar batik yang dulu tertutup bagi umum kini terbuka seiring dibukanya Kampoeng Batik Laweyan sejak tahun 2005.
EditorI Made Asdhiana
MENYUSURI jalan-jalan di Kampung Laweyan, Solo, serasa memasuki lorong sejarah. Kita melongok masa keemasan saudagar batik pada awal era 1900-an. Bung Karno pernah singgah ke kampung saudagar yang giat membantu perjuangan negeri ini.

Mari bertandang ke rumah yang dulu dihuni saudagar batik Poesposoemarto yang dibangun tahun 1938. Rumah itu kini menjelma sebagai Roemahkoe Heritage Hotel milik Nina Akbar Tandjung. Jangan lupa mencicipi jangan bening alias sayur bening. Atau menikmati lodoh pindang yang mantap. Dan, yuk dolanan dakon, main congklak dengan sembilan ceruk yang masing-masing berisi sembilan kecik atau biji buah.

Menu dan permainan tradisional itu disajikan selaras dengan atmosfer Jawa yang melingkupi Roemahkoe yang dibuka tahun 2001. Rumah bersejarah itu terletak di Jalan Dr Rajiman, yang membelah kawasan Laweyan. Nina mempertahankan otentisitas bangunan dengan penyesuaian seperlunya di sana-sini tanpa mengurangi nuansa sebagai rumah jawa. Bahkan, sebagian perabotnya masih orisinal.

Salah satu perabot itu adalah amben atau balai-balai dari kayu jati. Dalam rumah pengusaha batik, amben lazim digunakan untuk menggelar kain batik. Nina punya cerita lain yang ia dengar dari cucu Poesposoemarto.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Foto mantan presiden RI pertama Soekarno yang menghiasi Ndalem Tjokrosoemartan di Jalan Dr Radjiman Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/7/2013). Ndalem Tjokrosoemartan menjadi salah satu bangunan cagar budaya di Kampung Batik Laweyan yang dialihfungsikan menjadi gedung resepsi pernikahan.
”Dulu kalau mereka ngitung duit, ya di amben itu. Duitnya dijejer-jejer banyak sekali,” kata Nina menggambarkan hasil kerja keras saudagar batik.

Cerita Nina tentang Roemahkoe dan rumah-rumah di Laweyan pada umumnya terdengar seperti dongeng kekayaan para saudagar batik. Untuk menyimpan berlian, misalnya, mereka membuat tempat rahasia di bawah ubin di salah satu senthong alias kamar.

Bahkan, masih menurut cerita yang dihimpun Nina dari keluarga saudagar batik Laweyan, mereka menyimpan berlian di dalam kaleng yang kemudian ditutup dengan malam atau lilin untuk membatik. Itu demi alasan keamanan. ”Kaleng isi berlian itu dimasukkan ke sumur di dalam rumah. Kalau mau mengambil, mereka menggunakan jangkar,” tutur Nina.

Ndalem Tjokrosoemartan

Kita beralih ke Ndalem Tjokrosoemartan milik saudagar batik Tjokrosoemarto yang dibangun tahun 1915. Letaknya di sebelah barat Roemahkoe. Ndalem Barat dalam bahasa Jawa berarti ’rumah’. Rumah tersebut kini menjadi Sasana Pawiwahan atau gedung pertemuan. Orang bisa menyewa untuk menghelat acara perkawinan atau perhelatan lain.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Rumah warga di Kampung Laweyan, Solo, Jawa Tengah, banyak yang difungsikan menjadi toko cinderamata batik.
Ndalem Tjokrosoemartan dengan luas tanah sekitar 5.000 meter persegi sudah menjelaskan sendiri tentang tingkat sosial- ekonomi pemiliknya. Tjokrosoemarto adalah salah seorang saudagar Laweyan yang mengekspor produk ke luar negeri pada era awal 1900-an. Bukan hanya batik yang diekspor ke Eropa, melainkan juga hasil bumi dan kerajinan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X