Ulos Samosir Tak Lekang Didera Zaman

Kompas.com - 14/08/2013, 17:09 WIB
Turis asing turut menari dan mengenakan ulos dalam pementasan di Museum Hutabolon Simanindo di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (22/10/2010). Pemerintah Sumatera Utara berusaha meningkatkan kunjungan turis, salah satunya dengan menggelar Pesta Danau Toba 2010 yang berlangsung pada 20-24 November 2010. TRIBUN MEDAN/TAUFAN WIJAYA Turis asing turut menari dan mengenakan ulos dalam pementasan di Museum Hutabolon Simanindo di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (22/10/2010). Pemerintah Sumatera Utara berusaha meningkatkan kunjungan turis, salah satunya dengan menggelar Pesta Danau Toba 2010 yang berlangsung pada 20-24 November 2010.
EditorI Made Asdhiana
SAMOSIR, KOMPAS.com - Ulos bisa dibeli di sejumlah toko khusus perlengkapan adat di Kota Medan. Namun kain tenun tradisional yang melambangkan pemberian pihak hula-hula kepada boru dalam filosofi hidup masyarakat Batak Toba itu seakan menemukan keasliannya di Pulau Samosir.

Di banyak gerai yang menjual aneka produk kerajinan tangan khas Batak Toba di Tomok, desa wisata dimana dermaga kapal-kapal penumpang dan feri Tao Toba I dan II yang menghubungkan Kota Parapat - Pulau Samosir itu berada, para pengunjung dapat menemukan ulos dengan beragam motif, mutu, dan harga.

Yola Samosir, penjual cenderamata yang menempati salah satu dari sedikitnya seratus gerai yang ada di Tomok, mengatakan harga ulos sangat bergantung pada mutu benang dan kehalusan buatannya sehingga ada yang dijual dengan harga tiga jutaan rupiah per helai.

"Ragi Idup misalnya merupakan ulos bernilai tinggi. Tapi di sini yang saya jual biasanya Ulos Sadun dengan harga antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000. Banyak turis asing dan pelancong dari Jakarta yang membeli ulos-ulos di tempat saya," katanya.

Dalam sejarah keberadaannya, kain tenun yang para pembuatnya masih dapat ditemukan di daerah Buhit, Pulau Samosir, ini memiliki nama, fungsi, nilai dan waktu pemakaian yang berbeda-beda.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Warga menyelesaikan tenunan kain tradisional ulos di Desa Lumban Suhi-suhi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011). Satu lembar kain ulos mereka selesaikan dalam satu minggu lamanya. Warga atas kemauan sendiri bisa turut menenun di tempat ini untuk berwirausaha selain berprofesi sebagai bertani.
Menurut MA Marbun dan IMT Hutapea, penulis buku "Kamus Budaya Batak Toba" (1987), setidaknya ada 24 nama ulos dengan nilai, fungsi dan pemakaian yang tidak seragam.

Di antara nama-nama ulos tersebut adalah Pinunsaan (Runjatmarisi), Ragi Idup, Ragi Hotang, Ragi Pakko, Ragi Uluan, Ragi Angkola, Sibolang Pamontari, Sitolu Tuho Nagok, Sitolu Tuho Bolean, Suri-suri Na Gok, Sirara, dan Bintang Maratur Punsa.

Seterusnya Ragi Huting, Suri-Suri Parompa, Sitolu Tuho Najempek, Bintang Maratur, Ranta-ranta, Sadun Toba, Simarpusoran, Mangiring, Ulutorus Salendang, Sibolang Resta Salendang, Ulos Pinarsisi, dan Ulos Tutur Pinggir.

Di antara kain tenun bernilai tertinggi bagi masyarakat Batak Toba dan dikenakan dalam pesta-pesta riang gembira itu adalah Ulos Ragi Idup.

Berbeda dengan waktu pemakaian kain tenun yang juga disebut Ragi Idup ini, Marbun dan Hutapea mencatat dua jenis ulos yang umumnya dikenakan masyarakat Batak Toba dalam apa yang diistilahkan mereka "pesta duka" seperti saat dimana ada sanak keluarga yang meninggal adalah ulos Sibolang Pamontari dan Sirara.

Terlepas dari pakem tradisi masyarakat Batak Toba itu, para generasi mudanya kini menggunakan motif ulos yang umumnya berlatar belakang warna asli putih, merah dan hitam itu dalam produk-produk seperti blazer (baju jas), tas dan sandal.

"Ulos tidak lagi hanya dipakai saat kami menghadiri pesta pernikahan dan acara duka. Kini motif ulos juga dipakai untuk tas, sandal dan baju jas. Setahu saya, nggak ada larangan dari ketua adat untuk ini," kata Boy Samosir.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Warga menyelesaikan tenunan kain tradisional ulos di Desa Lumban Suhi-suhi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011). Satu lembar kain ulos mereka selesaikan dalam satu minggu lamanya. Warga atas kemauan sendiri bisa turut menenun di tempat ini untuk berwirausaha selain berprofesi sebagai bertani.
"Penggunaan motif ulos untuk nonproduk kain tenun tersebut dimaksudkan untuk semakin memopulerkan ulos di masyarakat," kata pemuda Batak berusia 22 tahun yang bekerja di resor wisata Tuktuk bernama Samosir Villa’s ini.

Boy mengatakan beragam ulos di Pulau Samosir itu dibuat banyak perajin di daerah seperti Simanindo yang berjarak sekitar 29 kilometer dari resor wisata tempatnya bekerja. "Mereka itu memang khusus bekerja membuat ulos untuk dijual ke Tomok dan luar daerah seperti Medan," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Tempat Makan Jakarta yang Layani Pesan Antar Makanan, Ada Sei Sampai Nasi Liwet

15 Tempat Makan Jakarta yang Layani Pesan Antar Makanan, Ada Sei Sampai Nasi Liwet

Whats Hot
Obyek Wisata di Labuan Bajo Ditutup Hingga 29 Mei 2020

Obyek Wisata di Labuan Bajo Ditutup Hingga 29 Mei 2020

Whats Hot
Jenis-jenis Daging untuk Steak dan Tips Memilih Sesuai Selera

Jenis-jenis Daging untuk Steak dan Tips Memilih Sesuai Selera

Makan Makan
Akhir Pekan Masak Steak, Ini Cara Membuat Saus Steak ala Restoran Bintang Lima

Akhir Pekan Masak Steak, Ini Cara Membuat Saus Steak ala Restoran Bintang Lima

Makan Makan
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Beri Promo Gratis Ongkir untuk Area Pesan Jaksel dan Tangerang

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Beri Promo Gratis Ongkir untuk Area Pesan Jaksel dan Tangerang

Makan Makan
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Kuliner Kambing Legendaris di Jakarta Sejak 1958

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Kuliner Kambing Legendaris di Jakarta Sejak 1958

Makan Makan
RedDoorz Sediakan Akomodasi Gratis Dekat RS untuk Tenaga Medis

RedDoorz Sediakan Akomodasi Gratis Dekat RS untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Cara Mudah Membuat Daging Steak Jadi Empuk dan Juicy

Cara Mudah Membuat Daging Steak Jadi Empuk dan Juicy

Makan Makan
12 Tempat Makan di Jakarta yang Layani Antar Pesan Makanan, Cocok Buat di Rumah Aja

12 Tempat Makan di Jakarta yang Layani Antar Pesan Makanan, Cocok Buat di Rumah Aja

Makan Makan
Saran Terbaru Pariwisata Inggris untuk Wisatawan Selama Pandemi Virus Corona

Saran Terbaru Pariwisata Inggris untuk Wisatawan Selama Pandemi Virus Corona

Whats Hot
Tips dan Cara Masak Steak ala Restoran di Rumah untuk Pemula

Tips dan Cara Masak Steak ala Restoran di Rumah untuk Pemula

Makan Makan
Cari Tahu Rasa Kopi dengan Berbagai Pancaindra, Tertarik?

Cari Tahu Rasa Kopi dengan Berbagai Pancaindra, Tertarik?

Makan Makan
Imbauan Hong Kong untuk Wisatawan Terkait Situasi Terbaru Virus Corona

Imbauan Hong Kong untuk Wisatawan Terkait Situasi Terbaru Virus Corona

Jalan Jalan
Vietnam Batasi Turis Asing Masuk, Harus Karantina 14 Hari

Vietnam Batasi Turis Asing Masuk, Harus Karantina 14 Hari

Whats Hot
Cerita Hotel Dalton Sediakan Tempat Istirahat Tenaga Medis Covid-19

Cerita Hotel Dalton Sediakan Tempat Istirahat Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X