Kompas.com - 24/08/2013, 19:56 WIB
EditorI Made Asdhiana
JEMBER, KOMPAS.com - Festival Egrang yang digelar komunitas Tanoker di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (24/8/2013), menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk datang ke Jember.

"Tamu yang hadir untuk menyaksikan Festival Egrang juga dari warga negara asing seperti Australia, Madagaskar, Belanda, Senegal, dan Thailand," kata Koordinator Tanoker Jember, Farha Ciciek.

Menurut dia, beberapa juri yang akan memberikan penilaian terhadap lomba gerak jalan dengan menggunakan egrang dalam Festival Egrang IV juga berasal dari luar negeri yakni Gill Westaway (Australia), Max Boon (Belanda), dan Amadou Diawara (Senegal).

"Sedangkan juri lainnya adalah Direktur Utama BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) Arif Afandi  dari Surabaya, dan  pemimpin Redaksi Majalah NOOR Jetti R Hadi dari Jakarta," katanya.

Farha menjelaskan gerak jalan egrang merupakan salah satu permainan tradisional anak-anak Nusantara yang terancam punah, sehingga Tanoker bersama warga Kecamatan Ledokombo-Jember berusaha melestarikan permainan tradisional tersebut.

"Permainan tradisional yang terlupakan itu dapat dikemas menjadi permainan dengan atraksi yang unik, sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang belum mengenal tentang egrang," ucapnya.

Perempuan yang akrab disapa Ciciek itu menuturkan Festival Egrang tersebut merupakan  kerja sama Tanoker dengan pihak Muspika,  Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan KKM (Kelompok Kerja Madrasah) Kecamatan Ledokombo. "Festival itu juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Jember dan para sahabat serta pemerhati baik dari dalam maupun luar negeri," katanya.

Hajatan budaya yang bernuansa Global-Local itu, lanjut dia, untuk merayakan kebersamaan, mengapresiasi kemajemukan, mendorong solidaritas antar kawasan dan antar golongan, serta memberdayakan masyarakat khususnya anak-anak untuk membangkitkan kreatifitas masyarakat setempat.

TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI Sejumlah bocah menikmati bermain egrang di lokasi ‘Bawomataluo 2011’ di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (14/5/2011). Pegelaran kebudayaan ini menampilkan tarian, musik tradisional hingga lompat batu. Turis lokal dan mancanegara antusias menyaksikan kegiatan tersebut.
"Festival Egrang yang digelar setiap tahun di Kecamatan Ledokombo sebagai upaya promosi permainan tradisional Indonesia ke dunia internasional karena dalam festival itu juga hadir tamu-tamu mancanegara," ujarnya.

Selain Festival Egrang, kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang digelar sejak Jumat (23/8/2013) hingga Minggu (25/8/2013) di Kabupaten Jember juga menjadi perhatian wisatawan dan fotografer asing untuk datang ke Kota Tembakau tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.