Lion Air Buka Penerbangan Batam-Tapanuli Utara

Kompas.com - 25/08/2013, 20:17 WIB
Menara pantau di kawasan Tele, Kabupaten Samosir, Jumat (22/7/2011). Di menara inilah tim Ekspedisi Cincin Api Kompas melakukan pemantauan Danau Toba kemudian melakukan perjalanan menyusuri jejak letusan supervolcano Toba. Ekspedisi di antaranya memetakan masalah geografi, sejarah dan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan gunung berapi. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATMenara pantau di kawasan Tele, Kabupaten Samosir, Jumat (22/7/2011). Di menara inilah tim Ekspedisi Cincin Api Kompas melakukan pemantauan Danau Toba kemudian melakukan perjalanan menyusuri jejak letusan supervolcano Toba. Ekspedisi di antaranya memetakan masalah geografi, sejarah dan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan gunung berapi.
EditorI Made Asdhiana
MEDAN, KOMPAS.com - Lion Air mulai 6 September 2013 membuka rute penerbangan dari Bandara Hang Nadim, Batam ke Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara (Sumut) karena melihat potensi yang besar di kawasan wisata daerah itu dan sekitarnya.

"Jadwal terbang rute Batam-Silangit-Batam itu dilaporkan tiga kali seminggu yakni Rabu, Jumat dan Minggu," kata Bupati Samosir, Mangindar Simbolon di Medan, Minggu (25/8/2013).

Tarif penerbangan yang masing-masing berangkat pukul 08.30 dari Batam dan pukul 10.15 dari Silangit, sebesar Rp 665.000 per tiket. "Penerbangan Lion yang melayani Batam-Silangit itu menambah kegembiraan karena sebelumnya Susi Air sudah beroperasi dari Kualanamu dan sebaliknya dengan harga tiket Rp 500.000," katanya.

Dengan layanan angkutan udara itu diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara ke Sumut khususnya kawasan Tapanuli seperti Danau Toba dan sekitarnya semakin banyak.

Bandara Silangit  memang berlokasi tidak jauh dari Danau Toba yang berada di tujuh wilayah kabupaten/kota. "Dengan dimulainya penerbangan tanggal 6 September diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Festival Danau Toba yang digelar 8-14 September 2013," kata Mangindar.

Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution mengatakan, terbukanya akses penerbangan memang menjadi salah satu pemicu pengembangan suatu daerah khususnya kawasan wisata.

"Untuk semakin menarik kunjungan wisatawan ke Danau Toba memang perlu ada tranpostasi udara yang  memangkas waktu tempuh yang cukup lama dengan menggunakan transportasi darat sekitar 4-5 jam," katanya.

Dia menyebutkan, wisatawan asing khususnya asal Malaysia yang masih mendominasi kunjungan wisatawan ke Sumut mengakui keindahan Danau Toba tetapi mengeluhkan lamanya perjalanan dengan kondisi jalan yang kurang memadai. "Memang sudah seharusnya ada penerbangan udara melayani rute Medan-Danau Toba itu," kata Mangindar Simbolon.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X