Kompas.com - 27/08/2013, 12:26 WIB
Warga  menari Remo bersama  pada Surabaya Urban Culture Festival 2013 di Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (19/5/2013).  Acara yang diikuti oleh seribu peserta tersebut mengajak masyarakat umum untuk lebih peduli melestarikan budaya bangsa khususnya khas Jawa Timur.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAWarga menari Remo bersama pada Surabaya Urban Culture Festival 2013 di Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (19/5/2013). Acara yang diikuti oleh seribu peserta tersebut mengajak masyarakat umum untuk lebih peduli melestarikan budaya bangsa khususnya khas Jawa Timur.
EditorI Made Asdhiana
SURABAYA, KOMPAS.com - Pemkot Surabaya mulai membangun kawasan air terpadu atau "water front city" di sepanjang Sungai Kalimas dari kawasan Jagir Wonokromo, Jembatan Merah Plasa hingga ke Perak.

Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan, Senin (26/8/2013), mengatakan pembangunan water front city sudah dimulai di antaranya pembangunan Taman Ekspresi, Taman Buah di Undaan dan lainnya. "Nantinya juga akan mengarah ke kawasan Perak," katanya.

Menurut Hendro, pihaknya akan melakukan pembenahan di kawasan makam Sunan Ampel dan Kya-Kya yang juga masuk bagian dari pembangunan water front city. "Harapannya nanti akan menjadi satu kawasan wisata," ujarnya.

Mengenai pembangunan kawasan wisata di luar jalur water front cty, Hendro mengatakan sudah ada investor yang tertarik untuk membangun kawasan wisata di perbatasan Surabaya-Sidoarjo atau dekat dengan Bundaran Waru atau depan Korem. "Untuk investornya masih kita rahasiakan. Belum saatnya dipublikasikan," katanya.

Begitu juga dengan kawasan Kenjeran, Hendro mengatakan untuk Kenjeran Baru saat ini sudah ada sejumlah pembenahan di dalam kawasan wisata tersebut. "Untuk Kenjeran Baru sudah ada mengembangkan 15 hektare," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya, Sachiroel Alim mempertanyakan tindak lanjut rencana wali kota yang akan membangun kawasan air terpadu di sepanjang Sungai Kalimas.

"Sungai Kalimas semestinya sudah difungsikan atau diberdayakan sebagai sarana publik untuk transportasi dan wisata. Komisi C menagih janji wali kota agar water front city segera direalisasikan," katanya.

Menurut Sachiroel, water front city merupakan kawasan strategis untuk pengembangan kawasan wisata air. Hal ini dikarenakan seluruh kawasan di sekitar Kalimas nantinya diharapkan bisa mendongkrak perekonomian sektor riil seperti usaha kecil dan menengah.

"Layaknya kota besar di negara-negara lain, banyak kawasan pinggir pantai atau sungai yang disulap jadi tempat wisata," katanya.

Sachiroel menjelaskan di dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang menjadi prioritas "water front city" adalah akses jaringan Sungai Kalimas menuju pantai saat ini sudah ada, seperti halnya di Pantai Kenjeran dan Teluk Lamong.

"Yang paling menjual di Teluk Lamong yang bisa dibuat seperti pulau Sentosa Singapura. Selama ini Telok Lamong kurang dikelola dengan baik oleh pemkot," katanya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebaran Hari Kedua, TMII Dikunjungi Lebih dari 14.000 Wisatawan

Lebaran Hari Kedua, TMII Dikunjungi Lebih dari 14.000 Wisatawan

Travel Update
Hotel di Kota Parapat Sudah Bisa Dikunjungi Usai Banjir Bandang

Hotel di Kota Parapat Sudah Bisa Dikunjungi Usai Banjir Bandang

Travel Update
5 Tempat Honeymoon Romantis di Indonesia, Pas untuk Pasangan Muda

5 Tempat Honeymoon Romantis di Indonesia, Pas untuk Pasangan Muda

Jalan Jalan
4 Penginapan Instagramable di Lombok untuk Dikunjungi Saat Liburan

4 Penginapan Instagramable di Lombok untuk Dikunjungi Saat Liburan

Jalan Jalan
Ragunan Buka untuk Warga Jakarta, Simak 5 Tips Berkunjung ke Sana

Ragunan Buka untuk Warga Jakarta, Simak 5 Tips Berkunjung ke Sana

Travel Tips
5 Tempat Wisata di Bekasi yang Bisa Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Wisata di Bekasi yang Bisa Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
Penumpang Kapal Pesiar di AS yang Sudah Divaksin Boleh Lepas Masker

Penumpang Kapal Pesiar di AS yang Sudah Divaksin Boleh Lepas Masker

Travel Update
Singapore Airlines Akan Lanjutkan Penerbangan dengan Jepang dan AS

Singapore Airlines Akan Lanjutkan Penerbangan dengan Jepang dan AS

Travel Update
5 Tempat Wisata di Tangerang, Pas buat Santai Saat Libur Lebaran 2021

5 Tempat Wisata di Tangerang, Pas buat Santai Saat Libur Lebaran 2021

Travel Update
5 Tempat Wisata di Depok yang Bisa Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Wisata di Depok yang Bisa Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata Seru di Bogor, Bisa Dikunjungi Saat Libur Lebaran 2021

5 Tempat Wisata Seru di Bogor, Bisa Dikunjungi Saat Libur Lebaran 2021

Travel Update
Capri, Salah Satu Pulau Indah di Italia yang Diklaim Bebas Covid-19

Capri, Salah Satu Pulau Indah di Italia yang Diklaim Bebas Covid-19

Travel Update
5 Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Saat Hari Raya Idul Fitri

5 Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Saat Hari Raya Idul Fitri

Travel Update
5 Hotel Kapsul di Bandung, Pas untuk Staycation Saat Lebaran

5 Hotel Kapsul di Bandung, Pas untuk Staycation Saat Lebaran

Jalan Jalan
Ini 8 Sektor Parekraf yang Sudah Kantongi Sertifikasi CHSE

Ini 8 Sektor Parekraf yang Sudah Kantongi Sertifikasi CHSE

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X