Kompas.com - 28/08/2013, 07:29 WIB
Penulis Tri Wahyuni
|
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com – Siapa tidak kenal bubur ayam? Makan olahan nasi yang sering diburu orang-orang untuk sarapan ini tergolong sederhana namun tetap lezat. Tidak heran jika banyak orang yang menjadikan makanan ini sebagai makanan favorit mereka.

Bubur ayam yang sering kita temui di pagi atau malam hari biasanya bubur ayam yang dijual dengan gerobak. Rasanya tidak pernah berbeda satu sama lain. Bubur yang dimasak dengan santan, diberi kuah bumbu, taburan ayam suwir, potongan cakwe, kacang goreng, daun bawang, seledri, bawang goreng, ditambah dengan sate usus atau ati ampela, dilengkapi dengan kerupuk pasti sudah sering kita jumpai.

Jika Anda datang ke pelataran Pasar Hias Rias, Cikini, Jakarta Pusat, Anda bisa menyantap bubur dengan rasa yang berbeda. Di sebuah warung dengan dominan warna merah bertuliskan Nasi Uduk & Bubur Ayam Hias Rias, Anda bisa menemukan bubur dengan cita rasa yang cantik sekali.

Tidak ada kuah bumbu, taburan daun bawang, seledri, maupun kacang goreng. Bubur ayam di sini hanya berisi bubur, suwiran ayam, potongan cakwe, tongcai cincang dan emping sebagai pengganti kerupuk. Jika Anda memesan bubur ayam spesial, akan ada tambahan kuning telur mentah dan sate ampela.

Don’t judge a book by its cover. Meskipun tampilannya tidak sesemarak bubur ayam biasanya, rasa bubur ayam Hias Rias ini sungguh di luar ekspektasi. Rasa buburnya saja berbeda dari bubur yang lain. Untuk membuat rasanya lebih istimewa Anda boleh mengaduknya agar bubur tercampur dengan kuning telur. Jangan khawatir, tidak ada sedikit pun rasa amis yang menyeruak dari santapan lezat itu.

Saat suapan pertama saja Anda sudah bisa merasakan cita rasa berbeda dari bubur ini. Rasa bubur yang gurih dengan tekstur yang lembut berpadu dengan manisnya suwiran ayam, pedasnya sambal, dan rasa khas pahit gurih emping menjadikan cita rasa bubur ini sangat lezat. Belum lagi sate ampela dengan rasa gurih manis menambah santapan bubur ini semakin nikmat.

Rupanya rahasia kelezatan bubur ayam ini terletak pada bumbu memasaknya. Untuk mendapatkan cita rasa bubur yang gurih, pemilik membuat bubur bukan tidak hanya dengan santan, tapi dengan kaldu ayam.

“Jadi kita rebus ayam fillet, boneless, itu kaldunya buat campuran. Pakai santan sedikit buat menambah rasa gurih,” kata Imam, anak dari pemilik warung Nasi Uduk & Bubur Ayam Hias Rias.

Untuk harga bubur ayam di sini memang tergolong cukup mahal. Bubur ayam spesial bisa dinikmati dengan harga Rp 18.000. Kisaran harga bubur ayam dibandrol Rp 13.000 sampai Rp 19.000. Walaupun cukup mahal, harga ini sesuai dengan rasa dan porsi bubur ini, dijamin kenyang.

Nasi Uduk

Rasa nasi uduk di sini juga unik. Rasanya gurih sekali. Berbeda dengan nasi uduk biasa yang di masak dengan daun salam, nasi uduk di sini menggunakan daun jeruk. Pemilik warung juga mengaku menggunakan teknik memasak tertentu yang membuat cita rasa nasi uduk ini berbeda.

KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI Nasi uduk hias rias dengan lauk ayam goreng dan dua jenis sambal.
Untuk nasi uduk, biasanya disajikan dengan lauk yang bisa Anda pilih, seperti ayam negeri goreng/bakar, ayam kampung goreng/bakar, bebek, empal, dan masih banyak lagi, semuanya memiliki cita rasa gurih manis. Rasa ini muncul dari pemakaian gula dan garam sebagai bumbu utama.

Ada tambahan lalap dan dua jenis sambal sebagai pendamping hidangan ini. bagi Anda yang menyukai pedas, Anda bisa memilih sambal cabai. Untuk Anda yang tidak suka pedas, ada sambal kacang yang siap mendampingi hidangan Anda. Keduanya bisa menambah kenikmatan menyantap nasi uduk.

Harga nasi uduk berkisar Rp 26.000 tergantung jenis lauk yang dipilih. Warung yang buka sejak pukul 18.00 hingga pukul 00.00 setiap hari ramai pembeli. Bahkan tidak jarang warung ini tutup pukul 22.00 karena makanannya sudah habis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Travel Update
7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

Travel Tips
Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Travel Tips
Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Travel Update
Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Travel Update
Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Travel Update
Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Travel Tips
Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Travel Update
Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Jalan Jalan
Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.