Kompas.com - 28/08/2013, 13:49 WIB
Penulis Tri Wahyuni
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com – Kalau museum ditinggalkan karena banyak masyarakat yang lebih tergoda dengan mal, kenapa tidak membawa museum masuk mal agar masyarakat bisa mencicipi keduanya? Hal inilah yang sedang dilakukan The Jakarta Post melalui kegiatan The Museum Week.

Acara ini berupa pameran beberapa museum di Jakarta. The Museum Week hadir untuk memberikan informasi sekaligus menginspirasi masyarakat bahwa museum bisa dijadikan salah satu destinasi wisata di Jakarta.

Untuk itu, pihak penyelenggara membawa serta 13 museum terbaik di Jakarta untuk dipamerkan. Ada Museum Nasional, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Fatahilah, Museum Tekstil, Museum Bahari, Museum Asmat (TMII), Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Basoeki Abdullah, Museum Harry Darsono, Museum Sumpah Pemuda, Museum Joeang 45 Moch. Hoesni Thamrin, dan Museum Monumen Nasional.

Di hari pertamanya saja The Museum Week sudah mencuri perhatian pengunjung Senayan City, tempat diselenggarakannya acara ini. Banyak pengunjung merespon positif acara tersebut sebagai penambah wawasan dan ajang edukasi masyarakat.

“Acara ini bagus, untuk wawasan ya, kayak saya aja baru tahu ada Museum Wayang,” tutur Biyakto salah satu pengunjung mal.

Sama halnya dengan Rify. Pegawai salah satu Department Store di Senayan City ini menyempatkan diri untuk datang di The Museum Week di sela pekerjaannya. “Banyak museum yang belum saya datangi, jadi pengen tahu aja, kayak Museum Basoeki Abdullah sama Museum Bahari,” kata Rify.

KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI Di booth Museum Basoeki Abdullah, di Atrium Senayan City, ada seorang pelukis andal yang bisa melukis atau mensketsa wajah Anda dengan cepat. Semuanya gratis tanpa dipungut biaya.
Tidak hanya memamerkan keunikan masing-masing museum, acara ini juga mempunyai berbagai macam pertunjukan. Akan ada pertunjukan dari penyanyi opera, penyanyi jazz, Pertunjukan tari dari GSP, Secilia Basilika, gamelan, wayang gaul, hingga talkshow.

Uniknya di The Museum Week ini, jika Anda datang ke booth Museum Asmat, Anda boleh berfoto menggunakan koteka seperti yang sering dikenakan Suku Asmat. Tidak dikenakan biaya untuk Anda bisa berpose ala Suku Asmat.

Bagi Anda yang lebih senang lukisan, di booth Museum Basoeki Abdullah, ada seorang pelukis andal yang bisa melukis atau mensketsa wajah Anda dengan cepat. Semuanya gratis tanpa dipungut biaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.