Kompas.com - 31/08/2013, 10:10 WIB
Rumah betang. DOK INDONESIA.TRAVELRumah betang.
EditorI Made Asdhiana

Masyarakat Dayak Desa menggunakan beberapa jenis kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan, seperti meranti, mentangor, petir, dan durian. Kayu tidak hanya digunakan untuk tiang, tetapi juga lantai, dinding, rangka, hingga atap. Kayu ulin yang terkenal sebagai kayu kelas satu asal Pulau Kalimantan hanya terdapat pada tiang utama dan beberapa tiang penyangga. Ini berbeda dengan sejumlah betang lain di wilayah lain yang banyak menggunakan kayu ulin.

”Wilayah adat Dayak Desa lebih banyak berupa hutan gambut sehingga tak banyak pohon ulin,” ujar tetua adat Dayak Desa, Hermanus Bintang. Wilayah di luar Gunung Rentap adalah dataran rendah bergambut.

Warisan

Ketua Adat Dayak Desa Cepi mengatakan, warganya masih bertahan di rumah betang karena ingin melestarikan warisan nenek moyang. Mereka ingin menjaga warisan peradaban dan semangat gotong royong serta kebersamaan.

Rumah betang pada mulanya lahir untuk menyesuaikan kebiasaan perang suku. Supaya lebih aman, mereka yang berasal dari satu komunitas subsuku tinggal di satu tempat yang sama. Tradisi perang suku dengan pengayauan atau memenggal kepala musuh sudah diakhiri melalui Perjanjian Tumbang Anoi, Kalimantan Tengah, tahun 1894 yang dihadiri oleh seluruh subsuku Dayak di Kalimantan.

DOK INDONESIA.TRAVEL Rumah Betang.
Setelah era perang suku, mereka tetap bertahan di rumah betang. Pada masa itu, dengan keterbatasan peralatan, gotong royong merupakan solusi bagi pekerjaan berat. Dengan tetap tinggal di satu rumah komunal, mereka bisa dengan mudah berkomunikasi.

”Saat ini, gotong royong tetap kami perlukan. Pekerjaan apa pun bisa lebih cepat selesai dengan gotong royong,” ujar Cepi.

Ensaid Panjang berjarak sekitar 60 kilometer (km) dari ibu kota Kabupaten Sintang. Waktu tempuhnya antara satu jam dan dua jam menggunakan kendaraan dari Sintang karena jalan masuk sepanjang 15 km dari jalan negara ruas Sintang-Kapuas Hulu rusak.

Sintang berjarak sekitar 320 km dari Kota Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat. Pontianak ke Sintang bisa ditempuh dalam waktu delapan hingga 10 jam. Ada bus dan travel yang melayani rute ini. Sintang juga menjadi perlintasan trayek Pontianak-Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu.

Wisatawan bisa tinggal di Rumah Betang Ensaid Panjang dan merasakan keseharian warga adat Dayak Desa. Pengurus adat tidak menetapkan tarif bagi wisatawan yang ingin tinggal di rumah betang. ”Kami tidak memiliki budaya memungut bayaran. Sampai saat ini, tradisi itu masih kami jaga,” ujar Cepi.

Kehangatan sambutan warga itulah yang menjadi magnet wisatawan asing. Banyak wisatawan atau peneliti asing yang tinggal lama di rumah betang untuk mengikuti keseharian masyarakat adat itu.

DOK INDONESIA.TRAVEL Rumah betang.
Di Rumah Betang Ensaid Panjang, wisatawan juga masih bisa menyaksikan pembuatan kain tenun secara tradisional atau membelinya langsung. Mewarisi kemampuan nenek moyangnya, sejumlah ibu hingga kini masih aktif menenun. Harga kain tenun beragam, dari Rp 30.000 hingga Rp 1 juta per lembar berdasarkan ukuran. Puna (47) mengatakan mulai menenun sejak berumur 15 tahun.

Menenun adalah pekerjaan sampingan kaum ibu. Pekerjaan utama berladang dan menyadap getah karet. (AHA)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.