Kompas.com - 02/09/2013, 10:43 WIB
Tiga perempuan menggiling belasan kilogram cabai setiap hari di Pasar Ibuh Timur, Payakumbuh, Sumatera Barat, Rabu (10/7/2013). Hanya dengan cabai yang digiling menggunakan tangan, rendang terlezat bisa dihasilkan. Para koki di Istana Silinduang Bulan, Batusangkar, juga menggunakan cabai giling seperti ini untuk membuat rendang yang akan disajikan kepada sultan, presiden, dan pejabat yang bertandang ke sana. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOTiga perempuan menggiling belasan kilogram cabai setiap hari di Pasar Ibuh Timur, Payakumbuh, Sumatera Barat, Rabu (10/7/2013). Hanya dengan cabai yang digiling menggunakan tangan, rendang terlezat bisa dihasilkan. Para koki di Istana Silinduang Bulan, Batusangkar, juga menggunakan cabai giling seperti ini untuk membuat rendang yang akan disajikan kepada sultan, presiden, dan pejabat yang bertandang ke sana.
EditorI Made Asdhiana
Perempuan-perempuan desa itu ahli memadukan beragam bahan dan bumbu. Mereka ”tundukkan” lidah tamu-tamu kehormatan Istana Silinduang Bulan, para sultan, dan presiden dengan masakan minang yang sedap.

Asap membubung dari pekarangan di belakang rumah Puti Reno Raudhatuljannah Thaib, Yang Dipertuan Gadih Pagaruyung atau akrab disapa Raudha. Di sekeliling sumber asap, lima perempuan koki Kerajaan Pagaruyung berbalut kain berjongkok membakar belut. Asap bergulung-gulung menghitamkan belut dan membawa harum daging yang terbakar berkelana di udara.

Setelah matang, belut bakar yang nantinya bakal direndang itu digantung di ranting pohon dan diangin-anginkan.

Sambil menunggu belut kering, perempuan-perempuan berumur paruh baya itu menyebar ke kebun di sekitar istana. Mereka kembali dengan sekarung dedaunan, seperti tapak liman, puding (puring), puding karitiang, puding hitam, ruku- ruku, surian, pucuk belimbing, mangkok, asam kasambi, dan petai yang akan digunakan sebagai campuran rendang belut.

Maiyar (56), pemimpin koki Pagaruyung, mengatakan, ada banyak daun yang bisa digunakan untuk campuran rendang belut. ”Saya tidak hafal semua. Pokoknya, semua daun yang dimakan kambiang (kambing) boleh kami pakai. Mungkin seratus jenis daunlah,” kata Maiyar sambil mengiris daun-daun itu.

Proses memasak terus berlanjut. Maiyar menugaskan Yuslimar (46) menjerang santan dan bumbu di atas tungku kayu bakar. Ia mengaduknya perlahan. Sesekali ia berpantun dan bersenandung untuk menghilangkan penat.

Ia bilang bersenandung sambil masak masih boleh. ”Kalau berdendang tidak boleh, nanti dapat suami jelek,” seloroh Yuslimar yang telah bersuami.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Aneka ragam bumbu di kios bumbu masakan di Pasar Bukittinggi, Sumatera Barat, Selasa (9/7/2013). Kios tersebut menyediakan berbagai macam racikan bumbu untuk masakan khas Mingakabau.
Tidak terasa, waktu berlalu tiga jam. Santan pun telah mengeluarkan minyak. Yuslimar segera memasukkan daging belut bakar disusul aneka macam daun dari pekarangan. Campuran bahan-bahan itu membuat aroma rendang makin kuat. Angin membawa harumnya hingga Istana Silinduang Bulan yang berjarak sepelemparan batu dari rumah Rhauda. Istana itu sedang dibangun ulang setelah habis terbakar tiga tahun yang lalu.

Di akhir proses memasak, Yuslimar mengambil garam. Lantas ia membacakan pantun, ”Bapak Malin menantu rajo. Banyak masin sakitik baraso. Tiba di gulai itu baiko...!”

Pyuur, garam itu ia bubuhkan ke rendang belut yang masih panas menggelegak. Ia meyakini pantun yang mengiringi pemberian garam akan membuat masakannya tambah lezat.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Vila di Puncak Bernuansa Bali, Harga Mulai Rp 600.000

6 Vila di Puncak Bernuansa Bali, Harga Mulai Rp 600.000

Jalan Jalan
Harga Tiket Kopeng Treetop Semarang Tahun 2021, Cuma Buka Weekend dan Hari Libur

Harga Tiket Kopeng Treetop Semarang Tahun 2021, Cuma Buka Weekend dan Hari Libur

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Tol Kahyangan Magelang, Cuma Ada Saat Akhir Pekan

Harga Tiket Masuk Tol Kahyangan Magelang, Cuma Ada Saat Akhir Pekan

Jalan Jalan
 Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Padang, Ada Batu Malin Kundang

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Padang, Ada Batu Malin Kundang

Itinerary
Taman Safari Bogor Masuk Daftar Uji Coba, Ini 5 Vila di Sekitarnya

Taman Safari Bogor Masuk Daftar Uji Coba, Ini 5 Vila di Sekitarnya

Jalan Jalan
Pemkab Magelang Siapkan Tempat Wisata, Sinyal Internet Diperkuat

Pemkab Magelang Siapkan Tempat Wisata, Sinyal Internet Diperkuat

Travel Update
Aturan Ganjil Genap di Pinus Sari Sebabkan Banyak Wisatawan Putar Balik

Aturan Ganjil Genap di Pinus Sari Sebabkan Banyak Wisatawan Putar Balik

Travel Update
7 Villa Murah di Puncak, Harga Kurang dari Rp 1 Juta

7 Villa Murah di Puncak, Harga Kurang dari Rp 1 Juta

Jalan Jalan
Candi Borobudur Buka untuk Uji Coba Wisata, Catat Syarat Masuknya

Candi Borobudur Buka untuk Uji Coba Wisata, Catat Syarat Masuknya

Travel Update
Super Air Jet Buka Rute Baru Jakarta-Palembang, Harga Mulai Rp 300.000

Super Air Jet Buka Rute Baru Jakarta-Palembang, Harga Mulai Rp 300.000

Travel Update
Kunjungi Desa Wisata Tamansari, Sandiaga Yakin Wisata Banyuwangi Bangkit

Kunjungi Desa Wisata Tamansari, Sandiaga Yakin Wisata Banyuwangi Bangkit

Travel Update
 6 Oleh-oleh Makanan dan Minuman Siap Saji Khas Makassar, Ada Coto Makassar Instan

6 Oleh-oleh Makanan dan Minuman Siap Saji Khas Makassar, Ada Coto Makassar Instan

Jalan Jalan
7 Oleh-oleh Unik Khas Makassar, Ada Kain Sutera dan Minyak Tawon

7 Oleh-oleh Unik Khas Makassar, Ada Kain Sutera dan Minyak Tawon

Jalan Jalan
Langkawi Malaysia Sambut Turis Domestik Lewat Travel Bubble

Langkawi Malaysia Sambut Turis Domestik Lewat Travel Bubble

Travel Update
Sandiaga Sebut Desa Tamansari di Banyuwangi Bisa Jadi Wisata Kelas Dunia

Sandiaga Sebut Desa Tamansari di Banyuwangi Bisa Jadi Wisata Kelas Dunia

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.