Kompas.com - 07/09/2013, 09:03 WIB
Berbagai jenis rempah dijual di kios rempah di Pasar Bukittinggi, Sumatera Barat. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOBerbagai jenis rempah dijual di kios rempah di Pasar Bukittinggi, Sumatera Barat.
EditorI Made Asdhiana

Bagaimana dengan rendang? Seperti kari Aceh, Gusti menduga, rendang juga merupakan hasil evolusi kari yang dibawa orang India. ”Yang diturunkan dari India terutama bumbu rempahnya,” kata Gusti.

Colleen Taylor Sen dalam buku Curry, A Global History bahkan mencium perembesan bumbu kari ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sejak awal abad ketiga sebelum Masehi. Dia mengatakan, pedagang India dan misionaris Buddha ketika itu membawa asam jawa, bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, dan lada ke wilayah itu. Bumbu itulah yang kini banyak dipakai dalam masakan-masakan di Asia Tenggara.

Taylor bahkan berani secara tegas mengatakan, jenis makanan berempah dan bersantan yang di Indonesia populer dengan sebutan gule atau gulai sebenarnya bisa digolongkan sebagai kari. Tentu saja, kari yang telah diindonesiakan.

Kalau rendang merupakan hasil evolusi kari, maka rendang adalah produk evolusi yang sempurna. Pasalnya, bentuk dan cita rasa rendang telah bergeser bahkan terlepas dari induknya. Hal itu dimungkinkan sebab rendang juga mendapat banyak pengaruh lain selain tradisi memasak India. Kondisi lingkungan Minangkabau yang ditumbuhi banyak pohon kelapa, misalnya, memungkinkan rendang lebih banyak mengandung santan dibandingkan dengan kari.

Pada masa-masa awal, kata sejarawan Nurmatias, pedasnya rendang pastilah berasal dari lada. Selanjutnya pedas lada berganti dengan pedas cabai. Kapan perubahan itu terjadi? Penny van Esterik dalam buku Food Culture in Southeast Asia mencatat, sejak abad ke-19, orang Asia Tenggara mengenal cabai yang dibawa Portugis dari Amerika Tengah. Dengan cepat, orang Asia Tenggara menerima cabai sebagai sumber pedas utama menggantikan lada.

Begitulah, semakin banyak pengaruh yang masuk ke sebuah masakan, semakin jauh ia bergeser dari bentuk awalnya. Bahkan, ia telah terlahir sebagai makanan yang benar-benar baru. Maka, bisa dipahami jika orang Minang, termasuk Raudha Thaib, tegas-tegas mengatakan, rendang berbeda dengan kari. ”Bumbunya berbeda. Orang Minang tidak mengenal kari,” ujarnya.

Bumbu rendang sendiri memiliki banyak variasi di berbagai tempat. Bumbu rendang dari Nagari Kapau, Agam, misalnya, mengandung santan, bawang merah, cabai, sereh, daun jeruk, daun kunyit, dan rempah bubuk, antara lain rempah-rempah seperti ketumbar, lada, pala, dan kemiri. Sementara itu, rendang dari Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, berbumbu minimalis, yakni cabai, dasun (bawang putih), daun kunyit, daun jeruk purut, dan santan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski berbeda bumbu, prinsip memasaknya sama, yakni mengaduk pelan daging, santan, dan bumbu bercabai hingga kadar airnya nyaris nol. Bentuk rendang seperti inilah yang kita kenal sekarang. (Budi Suwarna dan Indira Permanasari)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

Travel Update
Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Travel Update
Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Jalan Jalan
Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Travel Update
7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

Travel Promo
DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

Travel Update
Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Travel Tips
10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

Travel Tips
Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

Travel Tips
Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Travel Update
Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.