Kompas.com - 08/09/2013, 08:14 WIB
Penulis Tri Wahyuni
|
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com – Sekilas memang tidak ada yang istimewa dari warung pinggir jalan dengan desain memanjang dan memiliki banyak pintu itu. Menu yang disajikan pun merpakan menu yang umum, yaitu sop buntut dan sate. Tapi, jika ditilik lebih dalam, ada yang istimewa dari warung Sop Buntut Cut Meutia ini.

Warung yang sebenarnya bernama Sop Buntut Semoga (HJ. Nurjanah) ini memang lebih dikenal dengan nama Sop Buntut Cut Meutia. Letaknya yang berdekatan dengan Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi patokan orang-orang untuk mencoba menu istimewa di warung itu.

Sop buntut di sini tergolong sop buntut yang legendaris. Kelezatannya sudah terasa sejak tahun 70-an. Tidak heran jika warung ini memiliki banyak pengunjung yang tidak pernah habis sampai warung ini tutup.

“Sop buntutnya merah, itu ciri khas tersendiri,” tutur Ruslan, pemilik warung, saat menjelaskan keistimewaan makanannya. Benar saja, saat pesanan saya tersaji di atas meja, warna daging buntutnya memang agak kemerahan.

“Warna merahnya itu ya alami, bukan dari zat pewarna,” tambah Ruslan. Jadi, anda tidak perlu khawatir, warna merah pada daging bukan karena daging belum matang. Daging buntut matang sempurna dengan tekstur lembut dan empuk. Dagingnya pun mudah lepas dari tulang.

Potongan buntut merah dibanjiri kuah sop yang bening dengan minyak khas rebusan daging pun amat menggugah selera. Rasa kuah kaldu yang ringan dengan cita rasa agak asam membuat sop buntut ini terasa segar. Cocok disantap siang hari.

Rasa asam didapat dari perasan jeruk nipis yang ditambahkan dalam kuah. Pasalnya, pelanggan lebih menyukai cita rasa seperti ini sejak dulu.

Tidak hanya kuah kaldu dan beberapa potongan buntut, sop buntut ini juga dilengkapi dengan potongan sayuran seperti kol dan wortel. Ada juga sedikit potongan tomat yang selain menambah cita rasa, juga mempercantik tampilan.

Di warung ini ada beberapa macam olahan buntut yang ditawarkan. Mulai dari sop buntut, buntut bakar, dan buntut goreng. Selain olahan buntut, ada juga sate kambing, sate ayam, udang balado, dan teri kentang.

Bagi Anda yang ingin mencicipi sop buntut merah ini, Anda bisa datang pukul 09.00 hingga pukul 16.00. Untuk mendapatkan sop buntut Anda bisa merogoh kocek sebesar Rp 33.000, sedangkan untuk buntut bakar dan buntut goreng dipatok seharga Rp 38.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.