Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/09/2013, 10:44 WIB
PEKANBARU, KOMPAS.com - Ombak Bono di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, masuk dalam daftar 27 obyek wisata terbaik nasional dan berkesempatan untuk meraih penghargaan Citra Award 2013.

"Secara nasional, di Indonesia terdapat lebih dari 148 tujuan wisata menarik. Namun Ombak Bono memiliki ciri khas tersendiri," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pelalawan, Zulkifli ketika dihubungi dari Pekanbaru, Senin (9/9/2013) sore.

Ombak Bono secara ilmiah merupakan fenomena alam yang terjadi karena pertemuan arus Sungai Kampar dengan arus Laut China Selatan.

Sungai biasanya hanya memiliki aliran, yaitu dari hulu menuju hilir, namun terkadang ada juga bagian sungai yang membuatnya terlihat seperti memiliki gelombang indah seperti yang terjadi di Sungai Kampar.

Meski terjadi sepanjang tahun, namun Ombak Bono memiliki waktu-waktu terbaik, khususnya pada saat bulan purnama. "Hal itu yang membuat Ombak Bono menjadi salah satu obyek wisata andalan nasional," kata Zulkifli.

Untuk itu pula, menurut Zulkifli, Ombak Bono Pelalawan yang berulang kali didatangi oleh turis mancanegara ini berkesempatan mendapatkan penghargaan Citra Award 2013 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Dia mengatakan bahwa pihak Disbudparpora Pelalawan baru-baru ini telah membawa perwakilan Kemenparekraf RI dan praktisi pariwisata untuk melakukan penilaian di kawasan Ombak Bono di Kecamatan Teluk Meranti itu.

Setelah tim menilai dari pusat ini maka kemudian akan ditentukan juaranya. Zulkifli mengaku optimistis pesona Ombak Bono akan mampu memenangkan ajang tersebut. "Tapi kami tidak mau berharap lebih. Masuk dalam nominasi saja kami sudah bersyukur karena kini tim penilai sedang bekerja," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com