Kompas.com - 10/09/2013, 17:30 WIB
Pengunjung menikmati senja di pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Candi Prambanan telah menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia dan kemegahannya terus menghadirkan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPengunjung menikmati senja di pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Candi Prambanan telah menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia dan kemegahannya terus menghadirkan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan desa wisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mulai disukai wisatawan mancanegara, terbukti makin banyak wisman menginap di obyek wisata itu. "Karena itu, perlu perhatian serius dari para pengelola untuk memajukan desa wisata, dengan menggarap potensi yang ada," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Tazbir Abdullah, di Yogyakarta, Selasa (10/9/2013).

Menurut Tazbir, tren kunjungan wisman datang ke desa wisata terus meningkat. Hal ini juga tidak lepas dari keseriusan pengelola desa wisata yang selalu menjaga dan mengelolanya dengan baik dan harmonis.

"Untuk itu, perlu kreativitas dalam mengelola desa wisata agar  banyak dikunjungi wisman. Tanpa kreativitas para pengelolanya, jangan berharap ada kunjungan wisatawan ke desa wisata," katanya.

Tazbir mengatakan prospek desa wisata di DIY sangat besar. Apalagi DIY memiliki beraneka ragam budaya yang bisa menjadi tontonan wisatawan di desa wisata. "Banyak ragam budaya yang sampai sekarang masih hidup dan dilestarikan oleh masyarakat di desa wisata," katanya.

Menurut Tazbir dengan pengelolaan yang kreatif dan konsep pemasaran modern, tentu menjadi strategi untuk mendatangkan banyak wisman ke desa wisata. Beberapa desa wisata di DIY yang cukup terkenal, yang selama ini banyak dikunjungi wisman antara lain Kebonagung, Desa Wisata Imogiri, Kembangarum, Pentingsari, Sambi, dan yang lainnya.

Di desa wisata tersebut wisatawan banyak disuguhi aktivitas masyarakat seperti menanam padi, membajak sawah, menikmati sajian makanan khas, serta atraksi seni budaya setempat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.