NTT Siap Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Kompas.com - 12/09/2013, 19:01 WIB
Satwa endemik Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini sendiri terdapat 1336 ekor Komodo, sedangkan 1288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSatwa endemik Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini sendiri terdapat 1336 ekor Komodo, sedangkan 1288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang.
EditorI Made Asdhiana
LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan daerah yang dipimpinnya siap menjadi destinasi wisata kelas dunia.

"NTT siap menjadi destinasi wisata kelas dunia, kita punya komodo yang tidak ada di belahan dunia mana pun," kata Frans Lebu di sela-sela pembukaan Komodo Expo 2013 di Labuan Bajo Manggarai Barat, Kamis (12/9/2013).

Frans Lebu Raya mengatakan, dengan adanya Sail Komodo merupakan langkah awal kebangkitan pariwisata NTT ke depan.

Puncak Sail Komodo 2013 akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Pantai Pede Labuan Bajo pada Sabtu (14/9/2013). Komodo Expo merupakan salah satu rangkaian Sail Komodo yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Warga Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, bermain musik tradisional yang biasa dimainkan dalam rangka upacara adat pembangunan rumah baru, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik.
Sail Komodo mengambil tema "Menjadi Jembatan Emas Menuju NTT sebagai Destinasi Utama Wisata Dunia".

Frans Lebu mengatakan bahwa selain komodo, NTT mempunyai potensi besar danau tiga warna Kelimutu, komunitas adat, taman laut Maumere dan lain sebagainya.

"Jadi kalau sudah ke NTT, jangan cepat-cepat pulang lihat dulu komodo karena cuma ada di NTT, tidak ada di negara lain," kata Frans.

Berbagai sarana dan prasarana telah dibangun di Labuan Bajo seperti bandara, hotel berbintang dan sebagainya.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Wisatawan menikmati pesona Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (8/1/2012). Danau Kelimutu yang menawarkan keindahan alamnya masih menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Flores.
Komodo merupakan salah satu keajaiban dunia, kadal raksasa itu hanya ada di NTT sehingga menjadi ikon daerah tersebut dan daya tarik bagi wisatawan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X