Kompas.com - 13/09/2013, 09:16 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar pekan kuliner dan budaya pada 26-30 Mei di Siring Piere Tendean, Banjarmasin. Pengunjung bisa menikmati panganan dan jajanan khas banjar, berbagai kesenian, juga pasar terapung tiruan dari di Muara Kuen maupun Lok Baintan. Kegiatan dalam rangka menyambut kedatangan Wakil Presiden Boediono itu diharapkan mendongkrak ekonomi masyarakat.
KOMPAS/ADI SUCIPTOPemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar pekan kuliner dan budaya pada 26-30 Mei di Siring Piere Tendean, Banjarmasin. Pengunjung bisa menikmati panganan dan jajanan khas banjar, berbagai kesenian, juga pasar terapung tiruan dari di Muara Kuen maupun Lok Baintan. Kegiatan dalam rangka menyambut kedatangan Wakil Presiden Boediono itu diharapkan mendongkrak ekonomi masyarakat.
EditorI Made Asdhiana
MARTAPURA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengharapkan setiap daerah wisata di Indonesia memiliki ikon yang menjadi ciri khas sehingga mampu menarik wisatawan berkunjung ke daerah itu.

"Setiap daerah wisata harus punya ikon sehingga pengunjung memiliki kesan tersendiri setelah berkunjung," ujar Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim di Martapura, Kalimantan Selatan, Kamis (12/9/2013).

Firmansyah mengatakan hal itu di sela acara gerakan nasional sadar wisata dan aksi sapta pesona di Mahligai Sultan Adam Martapura yang dihadiri Sekretaris Daerah Kalsel Arsyadi, Sekda Banjar Nasrun Syah, Ketua TP PKK Banjar Raudhatul Jannah dan undangan lain.

Menurut dia, ikon daerah wisata, baik berupa suvenir atau makanan khas yang dikemas rapi dan menarik akan menambah minat wisatawan berkunjung ke daerah tersebut.

"Jadi pengunjung bukan hanya sekadar datang dan melihat-lihat obyek wisata tetapi pulang membawa oleh-oleh yang menjadi ciri khas daerah yang didatangi sehingga menambah nilai lebih obyek wisata," ucapnya.

Dicontohkan, obyek wisata Pasar Terapung Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk yang berada di Sungai Martapura harus memiliki ikon wisata diantaranya buah-buahan yang dijual pedagang di atas perahu di sungai tersebut.

"Seperti jeruk, jangan hanya dijual baik per biji maupun borongan tetapi dikemas rapi dan menarik sehingga wisatawan bisa membawanya pulang sebagai oleh-oleh," ujarnya.

KOMPAS.COM/NI LUH MADE PERTIWI F Pabrik Dodol Picnic di Garut, Jawa Barat.
Selain itu, wisata belanja Pertokoan Cahaya Bumi Selamat Martapura yang menjual berbagai batu permata juga harus memiliki ciri khas sehingga wisatawan mendapat kesan tersendiri setelah mengunjungi tempat itu.

"Ikon yang dimiliki Martapura dengan pertokoan permata CBS harus ditonjolkan, sehingga siapa pun yang berkunjung mengetahui kelebihan yang dimiliki dan mereka bisa datang lagi mencarinya," katanya.

Strategi lain untuk lebih memperkenalkan obyek wisata, tambah Firmansyah, adalah mengajak orang terkenal seperti artis, baik nasional maupun internasional datang sehingga keberadaan mereka bisa menarik wisatawan berkunjung.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.