Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Ngantor Langsung Pelesir ke Lombok

Kompas.com - 14/09/2013, 13:36 WIB

Jika cuaca cerah, perjalanan dari pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan hanya 30-40 menit. Setibanya di Gili Trawangan, beragam aktivitas bisa dilakukan. Kalau Anda ingin berkeliling pulau, sewalah sepeda dengan tarif Rp 20.000 hingga Rp 30.000. Atau menggunakan cidomo keliling pulau selama 45 menit dengan tarif Rp 125.000. Anda tidak perlu melakukan tawar menawar dengan kusir cidomo, karena tarif resmi sudah tertera. Kalau Anda suka snorkeling atau diving, tersedia instruktur diving di sini.

Berlibur di Trawangan sepertinya jarum jam berlari sangat cepat. Saking asyiknya, tanpa sadar tiba-tiba saja matahari sudah mulai bergeser ke barat. Siap-siaplah untuk kembali ke pelabuhan Bangsal. Jangan lupa membeli tiket perahu kembali ke pelabuhan Bangsal di loket yang tersedia di Trawangan.

MINGGU

Tanpa terasa, ini hari ketiga Anda dan keluarga berada di Lombok. Setelah puas berenang dan berjemur di Trawangan, saatnya untuk kembali ke tempat asal. Tapi jangan lupa, sembari menuju BIL banyak hal yang bisa dilakukan.

Setelah sarapan, sebagai bukti bahwa Anda pernah menginjakkan kaki di Lombok, tak ada salahnya untuk membeli oleh-oleh khas Lombok di toko oleh-oleh yang banyak tersebar di Kota Mataram.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Toko oleh-oleh di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di sini dijual beraneka makanan atau suvenir khas Lombok yang selalu dicari wisatawan usai berlibur di Pulau Lombok.
Banyak pilihan. Untuk makanan ringan tersedia dodol nangka, dodol rumput laut, dodol semangka dengan harga bervariasi Rp 15.000 hingga Rp 25.000. Ada lagi minyak sumbawa dan susu kuda liar. Terserah selera Anda. Ada juga baju khas Lombok dijual bervariasi tergantung bahan dan mutu yang ditawarkan. Termurah mulai Rp 25.000 sampai Rp 75.000.

Puas berbelanja, jangan lupa mencicipi makanan khas Lombok yakni pelecing. Pelecing terdiri dari kangkung, tauge, parutan kelapa dan diberi bumbu atau sambal tomat. Kalau ingin pedas tinggal menambah cabe. Awas, pedas Lombok sungguh pedas! Silakan dicicip dulu sebelum mencobanya.

Biasanya wisatawan mencari makanan khas lombok di daerah Taliwang, tak jauh dari Kota Mataram. Selain pelecing, di sini juga disajikan ayam taliwang yang digoreng atau dibakar. Sebagai catatan setiap hari, apalagi hari libur, rumah makan di Taliwang selalu dipenuhi wisatawan domestik. Wajar kalau suasananya sungguh ramai.

Puas makan siang, meluncurlah menuju Lombok Tengah. Bukan menuju BIL tapi menuju Desa Sade. Ini merupakan desa wisata, di mana wisatawan dapat melihat langsung kehidupan suku Sasak di kampungnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Suku Sasak di Desa Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Warga Desa Sade menjajakan kain tenun khas Lombok kepada wisatawan yang berkunjung ke kampung tradisional tersebut.
Dari Mataram butuh waktu sekitar satu jam menuju Desa Sade yang lokasinya tak jauh dari BIL. Anda akan melewati BIL dahulu untuk menuju desa wisata yang tak pernah dilewatkan wisatawan ini. Desa Sade memang sejak awal dirancang untuk menghadirkan secara utuh bagaimana suasana perkampungan Susu Sasak dan adat istiadatnya.

Di sini pramuwisata akan menjelaskan rumah adat di Sade secara rinci. Yang menarik rumah adat Lombok beratapkan alang-alang dan berdinding tanah. Demikian juga lantainya beralaskan tanah. Cobalah melongok ke dalam salah satu rumah. Meskipun suasana di luar panas terik, suasana di dalam rumah terasa sejuk.

Jangan kaget kalau lantai rumah-rumah adat di sini secara berkala dilapisi dengan kotoran sapi. Tujuannya agar lantai tidak retak. Penduduk setempat memiliki kebiasaan melapisi lantai rumah dengan kotoran hewan menggunakan tangan langsung tanpa terasa risih apalagi jijik.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Warga Desa Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggaara Barat. Di sini wisatawan dapat melihat kehidupan dan rumah adat Suku Sasak. Warga juga menjual aneka kerajinan seperti gelang dan kalung untuk dijual kepada wisatawan.
Penduduk di Desa Sade pun juga dibekali ketrampilan membuat kerajinan berupa tenunan khas Lombok dan pernak-pernik menarik berupa gelang dan kalung. Belilah suvenir tersebut sebagai kenang-kenangan. Hanya saja harus pandai-pandai menawar. Bisa jadi barang yang Anda beli di sini lebih mahal ketimbang Anda membelinya di Kota Mataram.

Waktu 60 menit rasanya cukup mengenal kehidupan Suku Sasak di Desa Sade. Waktu pun sudah beranjak sore hari. Kini saatnya menuju BIL yang letaknya tidak terlalu jauh dari Desa Sade. Sekitar 10-15 menit dengan kendaraan. Perjalanan Anda bersama keluarga selama 3 hari 2 malam di Lombok paling tidak bisa mengobati rasa penasaran Anda betapa nikmatnya menghabiskan akhir pekan di Pulau Lombok.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Jalan Jalan
Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Travel Update
Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com