Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/09/2013, 13:36 WIB
EditorI Made Asdhiana

Banyak pilihan. Untuk makanan ringan tersedia dodol nangka, dodol rumput laut, dodol semangka dengan harga bervariasi Rp 15.000 hingga Rp 25.000. Ada lagi minyak sumbawa dan susu kuda liar. Terserah selera Anda. Ada juga baju khas Lombok dijual bervariasi tergantung bahan dan mutu yang ditawarkan. Termurah mulai Rp 25.000 sampai Rp 75.000.

Puas berbelanja, jangan lupa mencicipi makanan khas Lombok yakni pelecing. Pelecing terdiri dari kangkung, tauge, parutan kelapa dan diberi bumbu atau sambal tomat. Kalau ingin pedas tinggal menambah cabe. Awas, pedas Lombok sungguh pedas! Silakan dicicip dulu sebelum mencobanya.

Biasanya wisatawan mencari makanan khas lombok di daerah Taliwang, tak jauh dari Kota Mataram. Selain pelecing, di sini juga disajikan ayam taliwang yang digoreng atau dibakar. Sebagai catatan setiap hari, apalagi hari libur, rumah makan di Taliwang selalu dipenuhi wisatawan domestik. Wajar kalau suasananya sungguh ramai.

Puas makan siang, meluncurlah menuju Lombok Tengah. Bukan menuju BIL tapi menuju Desa Sade. Ini merupakan desa wisata, di mana wisatawan dapat melihat langsung kehidupan suku Sasak di kampungnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Suku Sasak di Desa Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Warga Desa Sade menjajakan kain tenun khas Lombok kepada wisatawan yang berkunjung ke kampung tradisional tersebut.
Dari Mataram butuh waktu sekitar satu jam menuju Desa Sade yang lokasinya tak jauh dari BIL. Anda akan melewati BIL dahulu untuk menuju desa wisata yang tak pernah dilewatkan wisatawan ini. Desa Sade memang sejak awal dirancang untuk menghadirkan secara utuh bagaimana suasana perkampungan Susu Sasak dan adat istiadatnya.

Di sini pramuwisata akan menjelaskan rumah adat di Sade secara rinci. Yang menarik rumah adat Lombok beratapkan alang-alang dan berdinding tanah. Demikian juga lantainya beralaskan tanah. Cobalah melongok ke dalam salah satu rumah. Meskipun suasana di luar panas terik, suasana di dalam rumah terasa sejuk.

Jangan kaget kalau lantai rumah-rumah adat di sini secara berkala dilapisi dengan kotoran sapi. Tujuannya agar lantai tidak retak. Penduduk setempat memiliki kebiasaan melapisi lantai rumah dengan kotoran hewan menggunakan tangan langsung tanpa terasa risih apalagi jijik.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Warga Desa Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggaara Barat. Di sini wisatawan dapat melihat kehidupan dan rumah adat Suku Sasak. Warga juga menjual aneka kerajinan seperti gelang dan kalung untuk dijual kepada wisatawan.
Penduduk di Desa Sade pun juga dibekali ketrampilan membuat kerajinan berupa tenunan khas Lombok dan pernak-pernik menarik berupa gelang dan kalung. Belilah suvenir tersebut sebagai kenang-kenangan. Hanya saja harus pandai-pandai menawar. Bisa jadi barang yang Anda beli di sini lebih mahal ketimbang Anda membelinya di Kota Mataram.

Waktu 60 menit rasanya cukup mengenal kehidupan Suku Sasak di Desa Sade. Waktu pun sudah beranjak sore hari. Kini saatnya menuju BIL yang letaknya tidak terlalu jauh dari Desa Sade. Sekitar 10-15 menit dengan kendaraan. Perjalanan Anda bersama keluarga selama 3 hari 2 malam di Lombok paling tidak bisa mengobati rasa penasaran Anda betapa nikmatnya menghabiskan akhir pekan di Pulau Lombok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Pesawat ke Yogyakarta dari Jakarta PP per Juni 2023

Harga Tiket Pesawat ke Yogyakarta dari Jakarta PP per Juni 2023

Travel Update
Batik Air Terbang Langsung dari Kualanamu ke Chennai per Agustus 2023

Batik Air Terbang Langsung dari Kualanamu ke Chennai per Agustus 2023

Travel Update
3 Tips ke Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Cari Tahu Sebelum Beli

3 Tips ke Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Cari Tahu Sebelum Beli

Travel Tips
7 Wisata di Kabupaten Bandung yang Populer, Bisa untuk Liburan Sekolah

7 Wisata di Kabupaten Bandung yang Populer, Bisa untuk Liburan Sekolah

Jalan Jalan
5 Aktivitas di GWN Expo 2023, Bisa Cari Info Wisata dan Bikin Paspor

5 Aktivitas di GWN Expo 2023, Bisa Cari Info Wisata dan Bikin Paspor

Travel Tips
Syarat Masuk ke Korea Selatan Terbaru, Tetap Wajib Isi Q-Code

Syarat Masuk ke Korea Selatan Terbaru, Tetap Wajib Isi Q-Code

Travel Update
Itinerary Seharian di Pangandaran, Bisa Jelajah Pantai dan SungaiĀ 

Itinerary Seharian di Pangandaran, Bisa Jelajah Pantai dan SungaiĀ 

Itinerary
Aturan Baru Turis Asing di Bali, Ada 8 Larangan

Aturan Baru Turis Asing di Bali, Ada 8 Larangan

Travel Update
16 Tempat Wisata di Maluku Barat Daya, Ada Gunung di Tengah Sabana

16 Tempat Wisata di Maluku Barat Daya, Ada Gunung di Tengah Sabana

Jalan Jalan
Wisata Cai Pinus Kuningan: Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Kulinernya

Wisata Cai Pinus Kuningan: Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Kulinernya

Jalan Jalan
GWN Expo 2023, Bisa Cari Paket-paket Wisata Lokal

GWN Expo 2023, Bisa Cari Paket-paket Wisata Lokal

Travel Update
Daftar Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dibawa Pada Penerbangan Internasional

Daftar Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dibawa Pada Penerbangan Internasional

Travel Tips
Puluhan Ekor Monyet Turun ke Jalan Payung di Kota Batu, Pengendara Berfoto

Puluhan Ekor Monyet Turun ke Jalan Payung di Kota Batu, Pengendara Berfoto

Travel Update
Kabupaten Bandung Akan Hadirkan Wisata Bertaraf Internasional di Rancabali

Kabupaten Bandung Akan Hadirkan Wisata Bertaraf Internasional di Rancabali

Travel Update
Uniknya Transaksi di Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Seperti apa ?

Uniknya Transaksi di Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Seperti apa ?

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com