Komodo, Daya Tarik Wisatawan ke NTT

Kompas.com - 14/09/2013, 15:23 WIB
Satwa endemik Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini sendiri terdapat 1336 ekor Komodo, sedangkan 1288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSatwa endemik Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini sendiri terdapat 1336 ekor Komodo, sedangkan 1288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang.
EditorI Made Asdhiana
LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bangga terhadap Komodo (Varanus komodoensis) sebagai bagian dari daya tarik wisatawan mancanegara ke Nusa Tenggara Timur (NTT). "Komodo itu satu-satunya binatang purba yang masih hidup dan hanya ada di Pulau Komodo, NTT," kata Presiden pada puncak Sail Komodo 2013 di Pantai Pede, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Sabtu (14/9/2013).

Presiden mengatakan, penetapan Komodo sebagai salah satu kajaiban dunia pada 2012 silam, telah memberikan berkah tersendiri bagi daerah ini.

Selain itu, Pulau Komodo yang sudah ditetapkan sebagai salah satu situs warisan alam dunia oleh UNESCO telah menjadi peluang besar untuk pengembangan pariwisata di daerah ini. "Dengan ini pariwisata bisa dikembangkan. Komodo punya daya tarik besar bagi dunia," kata Presiden.

Presiden berharap, pelaksanaan Sail Komodo dapat menjadi model pengembangan pembangunan di daerah maritim, seperti NTT yang berkepulauan ini.

Pemerintah, menurut Presiden Yudhoyono menetapkan NTT sebagai salah satu kawasan pengembangan pembangunan di Indonesia tengah dengan memperkuat sejumlah simpul pembangunan di antaranya, simpul pertanian, peternakan, perikanan dan simpul pariwisata sendiri.

Pemerintah daerah di NTT diharapkan bisa menjalin kerja sama yang sinergis dengan tetap berpedoman kepada arah dan kebijakan pembangunan serta Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Jagalah kebersihan laut dan pantai, agar tetap bersih dan asri, sehingga tetap menjadi daya tarik," katanya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X