Kompas.com - 16/09/2013, 09:16 WIB
EditorI Made Asdhiana
SAMOSIR, KOMPAS.com - Bupati Samosir Mangindar Simbolon menilai pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) 2013 di Kabupaten Samosir, 8-14 September telah sesuai dengan konsep awal pelaksanaan yaitu sports tourism.

Hanya saja, menurut Mangindar, dalam perjalanannya masih banyak kendala yang harus dihadapi mulai urusan birokrasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah serta hubungan dengan tokoh-tokoh masyarakat Batak, terutama yang tidak terlibat di FDT.

"Saya pikir konsep awal sudah berjalan, artinya antara kegiatan utama dan pendukung sudah terlaksana," katanya di sela penutupan FDT 2013 di Bukit Beta, Tuktuk Siadong, Samosir, Sabtu (14/9/2013).

Selain masalah birokrasi, lanjut Mangindar Simbolon, kendala yang muncul selama pelaksanaan pesta bagi masyarakat Batak ini adalah hubungan dengan pusat dalam hal ini "event organizer" (EO) selaku pelaksanaan kegiatan di lapangan.

"Pusat sudah menunjuk EO. Jadi jika adalah masalah butuh banyak waktu untuk melakukan koordinasi. Kendala ini memang sudah kami prediksikan jauh-jauh hari," ucapnya.

Bupati Samosir menegaskan, selain masalah konkret di lapangan, kendala yang juga sempat dihadapi adalah perbedaan konsep oleh para ahli dan jika semua konsep digunakan akan berbenturan.

Begitu juga dengan tokoh-tokoh Batak yang di luar kepanitiaan. Para tokoh tersebut merasa tidak dilibatkan. Meski demikian, pihaknya telah memberikan penjelasan terkait dengan konsep FDT 2013 itu sendiri.

"Banyak dari mereka yang ingin tampil. Bahkan tidak minta bayaran. Tujuannya memang baik, tapi saya sudah menjelaskan jika konsep festival berbeda dengan kegiatan sebelumnya," tuturnya.

Pada Festival Danau Toba 2013 yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ada beberapa kegiatan budaya yang dilakukan mulai karnaval Sigale-gale, tarian Tortor Sawan, Sulang-Sulang Hariaman hingga Mangalahat Horbo.

Untuk olahraga ada beberapa kegiatan besar di antaranya adalah paralayang, paramotor, renang rakyat, renang keliling Danau Toba untuk pertama kalinya hingga perahu naga atau lebih dikenal dengan Solu Bolon.

DOK KEMENPAREKRAF Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, Jumat (23/8/2013), meninjau uji coba lokasi yang dilakukan oleh atlet paralayang nasional di Samosir, Sumatera Utara dalam memeriahkan Festival Danau Toba 2013.
Sementara itu salah satu masyarakat Samosir, Ranto Silalahi mengaku gelaran pesta masyarakat Batak ini lebih ramai sebelumnya. Apalagi pada kegiatan yang sebelumnya bernama Pesta Danau Toba ini banyak menampilkan hiburan terutama grup band Batak.

"Kami di sini butuh hiburan. Saat ini hiburannya kurang. Padahal setahu saya biaya untuk kegiatan ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya," ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak Kemenparekraf biaya yang digunakan untuk Festival Danau Toba 2013 tidak sampai Rp 10 miliar. Dana tersebut di antaranya dari kementerian sebesar Rp 2 miliar dan sisanya dari pemerintah daerah dan sponsor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.