Kompas.com - 17/09/2013, 07:59 WIB
Warga Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, bermain musik tradisional yang biasa dimainkan dalam rangka upacara adat pembangunan rumah baru, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOWarga Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, bermain musik tradisional yang biasa dimainkan dalam rangka upacara adat pembangunan rumah baru, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik.
EditorI Made Asdhiana
MANGGARAI BARAT, KOMPAS — Sebagian warga di Nusa Tenggara Timur khawatir semakin tersingkir dalam proses pengembangan pariwisata di provinsi itu. Mereka berharap pemerintah tetap memberikan akses agar pembangunan pariwisata tidak hanya dinikmati pemodal besar yang sebagian dari luar daerah itu.

Salah seorang warga Manggarai Barat, Anselmus, menuturkan sudah bertahun-tahun warga merasa tersisih dan tidak menikmati pengembangan pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga hanya menyaksikan pelancong bertandang ke daerah itu. ”Mereka lebih banyak menginap di hotel atau belanja di toko yang dibangun orang luar NTT,” ujarnya, Minggu (15/9/2013), di Manggara Barat, NTT.

Di beberapa hotel dan lokasi wisata yang dikelola swasta, warga lokal dilarang mendekat. Menurut mereka, pengelola tempat wisata terutama di pinggir pantai khawatir kehadiran warga mengganggu tamu. Akibatnya sulit bagi warga setempat mendekati pelancong dan menawarkan jasa atau dagangan mereka.

Padahal warga setempat juga berkorban demi pengembangan pariwisata. Sejak taman nasional dibuat, warga kehilangan banyak tempat tangkap ikan. Pembangunan Bandar Udara Labuan Bajo, warga menyebut pemerintah mengklaim secara sepihak 25.000 hektar lahan ulayat milik mereka.

Di sisi lain sebagian warga justru menikmati hasil pertumbuhan pariwisata di NTT. ”Saya bisa jadi pemandu, teman-teman ada yang menyewakan kapal untuk mengangkut tamu ke tempat selam,” ujar salah seorang pemandu wisata, Gabriel Pampur.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Aktivitas warga di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Desa terletak di Pulau Rinca yang bersinggungan langsung dengan habitat komodo. Reptil purba yang hanya berada di Flores ini tersebar di sejumlah pulau seperti Pulau Komodo, Rinca, dan Gilimotang.
Profesi itu sudah dilakoni Gabriel selama beberapa tahun terakhir. Ia kerap dikontak calon pelancong yang akan bertandang ke NTT. ”Mereka meminta disediakan angkutan darat, angkutan laut, dan penginapan di rumah penduduk,” ujarnya.

Salah seorang penduduk Pulau Komodo, Haji Salam, membenarkan sebagian pelancong lebih suka menginap di rumah penduduk. ”Asal kamar bersih, air lancar, mereka mau menginap di sini,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Dewan Pembina Yayasan Komodo Kita Jusuf Kalla menuturkan, pertumbuhan pariwisata di NTT harus diikuti dengan pemberdayaan masyarakatnya. Dengan pemberdayaan, masyarakat bisa mendapat manfaat dari pertumbuhan itu. (RAZ)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.