Kompas.com - 17/09/2013, 16:03 WIB
Menparekraf Mari Elka Pangestu diterima Ketua China National Tourism Administration, Mr Shao Qiwei. Kunjungan kerja Menparekraf ke Beijing, China, pada 16-17 September 2013 untuk meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata. DOK PUSKOMPUBLIK KEMENPAREKRAFMenparekraf Mari Elka Pangestu diterima Ketua China National Tourism Administration, Mr Shao Qiwei. Kunjungan kerja Menparekraf ke Beijing, China, pada 16-17 September 2013 untuk meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata.
EditorI Made Asdhiana
BEIJING, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu, melakukan kunjungan kerja ke Beijing, China, pada 16-17 September 2013 untuk meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata.

Pada kunjungannya kali ini, Menparekraf yang didampingi pejabat KBRI Beijing dan pejabat Kemenparekraf lainnya diterima oleh Ketua China National Tourism Administration (CNTA), Mr Shao Qiwei, dan Wakilnya, Mr Du Jiang, untuk membahas pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) bidang kerja sama pariwisata kedua negara.

Siaran pers Puskompublik Kemenparekraf, Selasa (17/9/2013) menyebutkan, MoU kerja sama pariwisata kedua negara sebelumnya yang ditandatangani sejak tahun 2000 dinilai perlu diperbarui sesuai dengan perkembangan yang pesat dari kedua negara.

Seperti diketahui bahwa Organisasi Pariwisata PBB (UNWTO) melaporkan bahwa pada tahun 2012 China telah mencatat rekor baru dalam sejarah pariwisata dunia dengan menempati peringkat pertama sebagai sumber pasar wisata dalam hal pengeluaran yang mencapai 102 juta dollar AS atau meningkat 40 persen dari tahun 2011 yang hanya mencapai 73 juta dollar AS. Dalam hal ini, jumlah wisatawan China yang bepergian ke luar negeri meningkat pesat dari hanya 10 juta pada tahun 2000 menjadi 83 juta pada tahun 2012.

Mengingat begitu besarnya peluang pasar wisatawan China tersebut, Menparekraf menyatakan bahwa Indonesia harus memiliki strategi yang tepat dan bergerak cepat untuk membidik pasar wisatawan dari negara tersebut.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Warga Kota Shanghai, China.
Tahun 2012 jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Indonesia mencapai 726.088 (ditambah 81.782 dari Hongkong). Jumlah tersebut masih di bawah wisatawan China yang datang ke Malaysia sebanyak 1,56 juta wisatawan dan ke Thailand sebanyak 2,7 juta wisatawan.

Pembaruan MoU dan pengaturan kerja sama di bidang pariwisata akan juga ditindaklanjuti dengan Rencana Aksi yang konkret termasuk promosi bersama, berbagi informasi, fasilitasi perjalanan, peningkatan kapasitas dan investasi pariwisata di kedua negara.

Kerja sama ini juga diharapkan juga tidak hanya terjadi di level pemerintah pusat, tetapi juga di tingkat pemerintah daerah serta kerja sama antarsektor industri pariwisata kedua negara. Pada bulan November mendatang, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan melakukan promosi ke beberapa kota di China.
 
Ketua China National Tourism Administration (CNTA), Shao Qiwei menyepakati usul Indonesia untuk memperbarui MoU kerja sama pariwisata Indonesia dan menekankan pentingnya kerja sama bilateral di bidang pariwisata.

Shao juga menyampaikan bahwa pariwisata akan meningkatkan hubungan people to people yang merupakan ujung tombak dari peningkatan hubungan kedua negara yang akhirnya akan meningkatkan hubungan bilateral di bidang lain, termasuk perdagangan dan investasi.

Disamping itu adanya perubahan pengaturan di kedua negara, terutama adanya Undang-Undang Pariwisata yang baru disahkan oleh Pemerintah China pada 25 April 2013 yang akan menjadi rujukan kerja sama pariwisata dengan negara lainnya. Undang-Undang Pariwisata tersebut akan mulai berlaku efektif pada 1 Oktober 2013.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Kota Shanghai, China.
UU Pariwisata China bertujuan untuk mengatur cara kerja dan produk wisata yang ditawarkan oleh operator industri pariwisata agar transparan, bermutu dan bertanggung jawab, melindungi hak-hak hukum dan kepentingan para wisatawan dan operator industri pariwisata.

Selain itu juga mengatur regulasi pasar pariwisata, melindungi dan memanfaatkan sumber daya pariwisata secara rasional, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan pariwisata yang sehat.

Pihak CNTA setuju dengan usul Kemenparekraf agar implementasi UU Pariwisata yang baru tersebut dapat disosialisasikan kepada para pelaku industri pariwisata di Indonesia. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Travel Update
Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Jalan Jalan
10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.