Pariwisata dan Air Tak Bisa Dipisahkan

Kompas.com - 18/09/2013, 14:26 WIB
Wisatawan mengunjungi Pantai Dreamland, di Bali, Jumat (7/9/2012). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOWisatawan mengunjungi Pantai Dreamland, di Bali, Jumat (7/9/2012).
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) I Gede Pitana mengatakan penggunaan air tak bisa dipisahkan dari pariwisata. Misalnya saja, menurut Pitana, dalam hal pelayanan hotel dan restoran.

"Pariwisata sebagai pengguna air sangat banyak menggunakan air entah untuk hotel maupun restoran," ujar Pitana di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Selasa (17/9/2013).

Oleh karena itu, selain sebagai pengguna air, pariwisata pun harus dapat sebagai pelestari air. "Pariwisata sebagai wahana yang bagus untuk melestarikan air," tambah Pitana.

Sebagai salah satu usaha melestarikan air, pada kesempatan yang sama Azril Azahari dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan Taman Bambu di Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat.

"Kami menanam pohon bambu, ternyata bambu bisa menyerap air dan CO2 (karbon dioksida) sangat tinggi dan melepas O2 (oksigen) sangat tinggi. Bambu ini tanaman nenek moyang kita, dahulu antar desa dibatas dengan bambu," kata Azril.

"Maka kita kembali lagi kepada kehidupan nenek moyang kita dulu. Dia (bambu) bisa mencegah longsor. Kami sedang  mengembangkan taman nasional bambu di dalam Taman Nasional Gunung Ciremai di bawah kaki Gunung Ciremai," tambahnya.

Perihal manfaat bambu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menimpali bambu tak hanya bermanfaat untuk air juga untuk berkesenian.

"Bambu tak hanya manfaat buat air juga untuk berkesenian. Makanya kita gelar festival musik bambu. Angklung sangat terkenal di luar (luar negeri). Kuliner bambu tiap tahun banyak sekali," kata Sapta.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan menikmati fasilitas kolam renang dengan panorama Samudera Hindia di Karma Kandara, Bali, Sabtu (22/1/2011). Resort yang terletak di atas tebing dengan panorama Samudera Hindia ini menerima penghargaan CNBC sebagai Best New Resort in Indonesia and Indonesia's Best Development pada tahun 2009.
Keterkaitan pemanfaatan air dan pariwisata tersebut akan dibahas pada seminar yang akan digelar Kemenparekraf pada 24 September 2013 di Gedung Sapta Pesona dengan mengangkat tema: "Membangun Pariwisata, Melestarikan Air".

Penyelenggaraan seminar tersebut dalam rangka menyambut Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) setiap tanggal 27 September. Adapun tema air yang diangkat adalah mengikuti ketetapan dari Badan Pariwisata Dunia (United Nations World Tourism Organization/UN-WTO)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X