Kompas.com - 18/09/2013, 16:50 WIB
Sejumlah turis asing menikmati perjalanan dengan menumpang kereta api uap di Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Museum Kereta Api Ambarawa yang menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan setelah Candi Borobudur saat ini dalam tahap renovasi untuk menunjang kenyamanan pengunjung. KOMPAS/RADITYA MAHENDRA YASA Sejumlah turis asing menikmati perjalanan dengan menumpang kereta api uap di Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Museum Kereta Api Ambarawa yang menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan setelah Candi Borobudur saat ini dalam tahap renovasi untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Pariwisata tak hanya sekadar kegiatan berlibur maupun bersantai, tetapi juga berhubungan dengan kegiatan konvensi seperti pameran dan pertemuan.

"Tourism itu besar karena tourism tak hanya mewakili leisure saja, tetapi MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition) juga termasuk," kata Regional Country Manager PT Pacific World Nusantara, Ida Bagus Lolec dalam Halal Bihalal & Diskusi MICE Forum Series 2013 Majalah Venue di Kota Kasablanka, Selasa (17/9/2013) malam.

Lolec mengatakan, contohnya Bali. Setiap tahun ada sekitar 600 sampai 700 grup menyelenggarakan kepentingan MICE di sana. "Corporate meeting (rapat instansi) yang terbesar," kata Lolec.

Sementara Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat, Awanadhi Aswinabawa pun menimpali bahwa perkembangan pariwisata untuk kebutuhan MICE juga berkembang baik di NTB.

"MICE domestik berkembang cukup baik di NTB. Hampir 50 persen wisatawan yang datang adalah kontribusi dari MICE," kata Awan.

Perkembangan MICE juga terjadi di Sumatera Barat. Ketua BPPD Sumatera Barat Maulana Yusran mengakui wisatawan yang datang dengan keperluan MICE sudah mulai meningkat.

"Di daerah kita juga ingin mengembangkan MICE, tidak hanya di Jakarta dan Bali saja. Untuk Sumbar saat ini kita lihat baru meeting, yang kita kurang adalah eksebisi," kata Yusran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia berharap, dengan pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Sumatera Utara dapat menyebarkan wisatawan, baik dalam maupun dari luar negeri terutama di wilayah Sumatera.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Grup musik menghibur turis asing saat makan malam di pinggir pantai Jimbaran, Bali, Jumat (21/6/2013). Kawasan Jimbaran merupakan salah satu tempat tujuan wisatawan selama berlibur di Bali, sejumlah tempat wisata seperti Jimbaran fish market dan Pura Uluwatu berada dekat dengan kawasan ini.
Meski pariwisata dengan tujuan MICE semakin bersinar di sebagian wilayah di Indonesia, namun bukan berarti tanpa hambatan.

Direktur Konvensi, Insentif, dan Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Rizky Handayani mengakui pembangunan infrastruktur untuk memfasilitasi kepentingan MICE belum berjalan baik.

"Beberapa kendala kita temui dalam pembangunan MICE ini. Seperti masalah infrastruktur penerbangan, masalah ketersediaan ruangan, dan konvensi," kata Rizky.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.