Kompas.com - 21/09/2013, 09:09 WIB
EditorI Made Asdhiana

Sementara Didik Mustaryadi lahir di Malang, Jawa Timur. Ia putra keturunan Solo-Malang. Dia sampai ke Sabang ketika ayahnya yang anggota TNI Angkatan Laut berdinas di kota itu.

Menikah tahun 1992, pasangan ini kembali ke Sabang untuk menemani orangtua Didik yang merasa cocok hidup di Sabang. Pulau mungil yang berjarak sekitar 22 kilometer dari Aceh daratan ini dianggap lebih menarik ketimbang tanah kelahiran Didik di Jawa atau pulau besar lain.

”Kalau dibayar berapa pun untuk tinggal di Jawa atau tempat lain, saya tidak mau,” kata Didik berseloroh.

Banyaknya peninggalan bersejarah yang belum jelas betul kisahnya membuat Didik dan Nani tergerak untuk menggali sejarah kota yang lama terpendam. Bagi mereka, pengenalan akan situs bersejarah di Sabang akan membuat warga setempat mencintai benda-benda yang ada di kota mereka. Kecintaan ini akan mencegah hilang dan rusaknya situs atau bangunan bersejarah di Sabang.

Pergulatan dengan sejarah Sabang mendorong Nani mengemas beberapa kisah agar menarik bagi remaja. Salah satunya adalah kisah cinta opsir Belanda dengan nona dari Flores yang masih tertinggal pada sebuah rumah tua di Kota Sabang. Opsir Belanda dan nona Flores menempati rumah itu setelah si opsir Belanda diusir dari permukiman tentara Belanda.

”Saya menyebut rumah tempat tinggal mereka rumah cinta. Biar mudah saja diingat oleh anak-anak remaja,” tutur Nani.

Sejarah Sabang sebagai kota pelabuhan yang pernah ditempati sejumlah bangsa dan banyak suku membuat Pulau Weh menjadi miniatur Indonesia dengan warga dari berbagai etnis dan latar belakang.

Pembauran, menurut Nani, juga terlihat dalam hidangan kenduri pengantin di Sabang. Selain kuah belanga dan gulai merah masakan khas Aceh, ada pula rendang dan gado-gado yang disertakan dalam acara itu. Hal ini, menurut Nani, menyimbolkan keragaman.

”Karena itu, kami biasa hidup damai, tenteram, dan bermasyarakat satu sama lain meski ada beragam etnis dan latar belakang orang yang tinggal di Sabang,” ucap ibu satu anak itu.

Pasangan ini juga prihatin melihat banyaknya anak muda yang putus sekolah karena alasan ekonomi. ”Padahal, mereka tidak bodoh,” kata Nani yang tidak merampungkan pendidikan kesarjanaannya.

Melihat potensi pariwisata yang besar, pada 2009 keduanya mulai melatih para remaja putus sekolah. Para remaja ini dilatih berbagai keterampilan, seperti membuat keripik atau kerajinan dari kerang.

Awalnya, hasil produksi dititipkan ke toko-toko suvenir di kawasan wisata Jalan Perdagangan. Namun, karena pemilik toko menaikkan harga jual produk yang dititipkan, akhirnya penjualan berkurang.

Pengujung 2012, pasangan ini sepakat mengeluarkan Rp 12 juta untuk menyewa toko di Jalan Perdagangan, Sabang, selama setahun. ”Ini langkah nekat. Kami tak punya uang banyak, tapi memaksa membuka toko agar hasil kerajinan anak-anak bisa dijual. Beruntung barang yang dijual banyak dicari wisatawan,” ujar Nani yang kini didukung 10 pemasok barang.

Jejak penggalian sejarah dan pembukaan lapangan usaha yang dirintis pasangan ini membuat mereka menjadi bagian dari catatan sejarah di Sabang kelak. (Agnes Rita Sulistyawaty dan Lusiana Indriasari)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Mendaki Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Jangan Meremehkan

Tips Mendaki Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Jangan Meremehkan

Travel Tips
Rute ke Basecamp Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Mojokerto

Rute ke Basecamp Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Mojokerto

Travel Tips
Solo Hiking Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Si Kecil yang Tak Boleh Diremehkan

Solo Hiking Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Si Kecil yang Tak Boleh Diremehkan

Jalan Jalan
4 Wisata Dekat Pantai Pasir Putih PIK 2, Ada Banyak Tempat Kulineran

4 Wisata Dekat Pantai Pasir Putih PIK 2, Ada Banyak Tempat Kulineran

Jalan Jalan
Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Travel Update
Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Travel Update
Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Travel Update
Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Travel Update
Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Travel Update
Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Travel Update
Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Travel Update
Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Travel Update
Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Travel Update
2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

Travel Update
Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.