Kompas.com - 22/09/2013, 12:15 WIB
Kapal dan Perahu Nelayan melintasi Selat Lembeh dalam rangka ikut serta ambil bagian dalam pelaksanaan Festival Selat Lembeh 2013. Kompas.com/Ronny Adolof BuolKapal dan Perahu Nelayan melintasi Selat Lembeh dalam rangka ikut serta ambil bagian dalam pelaksanaan Festival Selat Lembeh 2013.
|
EditorI Made Asdhiana
BITUNG, KOMPAS.com - Ratusan jenis kapal motor nelayan dan perahu melakukan parade di Selat Lembeh dalam rangka memeriahkan puncak kegiatan Festival Selat Lembeh, Sabtu (21/9/2013). Kapal nelayan berbagai jenis tersebut merupakan kapal-kapal motor yang biasanya beraktivitas di sepanjang Selat Lembeh yang dikenal sebagai gerbang utama pelabuhan di Sulawesi Utara.

Di Selat Lembeh tersebut terdapat Pelabuhan Utama Bitung, Pelabuhan Kontainer, Pelabuhan Kapal Feri, Pelabuhan Perikanan dan berbagai dermaga milik perusahaan swasta maupun dermaga milik Pangkalan TNI AL.

Festival Selat Lembeh sendiri merupakan hajatan tahunan yang digelar oleh Komunitas Nelayan dan Pengusaha Perikanan Kota Bitung yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bitung, yang pada tahun 2013 merupakan pelaksanaan yang kelima kalinya.

Walik Kota Bitung, Hanny Sondakh mengatakan festival tersebut selain mempromosikan potensi perikanan yang ada di Kota Bitung, juga sekaligus sebagai ajang pentas seni dan budaya. "Sebagaimana diketahui bersama, Bitung merupakan pintu gerbang Provinsi Sulawesi Utara dan juga sebagai salah satu kawasan andalan regional yang ada di Indonesia Timur. Oleh karena itu diharapkan Festival Selat Lembeh dari tahun ke tahun bisa lebih baik pelaksanaannya," ujar Sondakh.

Sementara itu Ketua Asosiasi Kapal Perikanan Nasional (AKPN), Rudy Walukow menjelaskan bahwa Festival Selat Lembeh kali ini selain diikuti peserta dari lokal juga melibatkan beberapa negara seperti Australia, Swiss dan Jerman yang merupakan negara utama pembeli hasil perikanan Bitung.

Selain parade kapal dan perahu, Festival Selat Lembeh juga diisi dengan pelepasan ikan Napoleon, pentas seni dan budaya seperti tari maengket, cakalele, masamper, musik bambu. Ikut pula dipertandingkan lomba dayung, lomba renang melintasi Selat Lembeh serta lomba kebersihan kapal.

Alhasil Festival Selat Lembeh yang ikut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bitung yang ke-23 tersebut berhasil menarik ribuan warga yang memadati kawasan Pelabuhan Perikanan Bitung. Warga yang datang dari berbagai daerah tersebut sejak pagi memadati dermaga yang sehari-harinya merupakan tempat bongkar muat serta pelelangan hasil tangkap laut dari perairan Sulawesi Utara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.