Kompas.com - 23/09/2013, 20:42 WIB
EditorI Made Asdhiana
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kegiatan festival batik yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, 26-28 September 2013, diharapkan mampu mendorong kemajuan industri kreatif di daerah setempat, khususnya yang bergerak di bidang pakaian.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada wartawan di Banyuwangi, Minggu (22/9/2013), mengemukakan bahwa festival itu merupakan wahana untuk melestarikan warisan budaya sekaligus menumbuhkan geliat usaha para perajin batik.

"Melalui festival batik, kami ingin membawa para peminat batik, desainer atau perancang, industri pakaian nasional, dan wisatawan untuk menyelami kekayaan batik di Bumi Blambangan (sebutan untuk Kabupaten Banyuwangi)," katanya.

Festival batik merupakan salah satu rangkaian dari program Banyuwangi Festival 2013, yang telah dimulai sejak awal September lalu dan dibuka dengan parade budaya etnik "Banyuwangi Ethno Carnival".

Pada festival itu, akan digelar berbagai kegiatan bertema batik, mulai dari pameran, parade atau peragaan busana, lomba cipta desain batik hingga lomba mewarnai batik yang diikuti lebih dari 3.000 peserta.

Azwar Anas mengatakan bahwa saat ini terdapat sedikitnya 22 motif batik khas Banyuwangi, yang banyak mengambil tema alam, seperti gajah uling, kangkung setingkes, paras gempal, alas kobong, kopi pecah, moto pitik, sekar jagad, garuda, dan cendrawasih.

"Setiap motif batik itu memiliki filosofi dan cerita tersendiri sehingga menjadikan batik sebagai busana yang kaya dengan unsur sejarah dan filosofi," tambah Bupati.

Puncak acara dari festival ini akan digelar parade busana yang merupakan lomba peragaan busana batik khas Banyuwangi pada tanggal 28 September di Gedung Kesenian dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi, dengan diikuti sedikitnya 100 peragawati dan peragawan.

Anas mengatakan bahwa festival batik itu sebagai stimulus untuk menggairahkan industri kreatif, khususnya industri fashion di daerah, karena ada sejumlah perancang, pelaku industri dan pemerhati batik nasional yang hadir.

"Kami menghubungkan perajin batik lokal dengan industri fashion nasional sehingga festival batik ini akan menjadi penanda penting bagi masa depan industri batik di Banyuwangi. Busana termasuk industri batik adalah bagian dari sektor industri kreatif yang dewasa ini tumbuh pesat," katanya.

Menurut Anas, ada tiga kekuatan yang harus terus didorong dalam pengembangan industri kreatif di daerah, termasuk batik, yakni kemampuan melakukan, pengemasan, dan desain produk.

"Melalui festival ini, merek batik asal Banyuwangi diperkenalkan dengan cara promosi unik dan kemasan yang bagus, serta diiringi desain produk yang terus dikembangkan tanpa meninggalkan kekayaan kultur lokal," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.