Kompas.com - 24/09/2013, 07:32 WIB
Makan bagi sebagian orang tidak lagi sekadar mengenyangkan perut. Namun, sensasi suasana restoran yang unik sering menjadi daya tarik bagi para pencinta kuliner. Seperti sajian yang disediakan di rumah makan berkonsep penjara, Bong Kopitown, di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2013). KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWANMakan bagi sebagian orang tidak lagi sekadar mengenyangkan perut. Namun, sensasi suasana restoran yang unik sering menjadi daya tarik bagi para pencinta kuliner. Seperti sajian yang disediakan di rumah makan berkonsep penjara, Bong Kopitown, di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2013).
EditorI Made Asdhiana

Bong Kopitown menyajikan menu peranakan khas Singkawang, Pontianak, Medan, Penang, dan Singapura. Dalam daftar menu yang didesain menyerupai koran bertajuk ”Old Town Post”, pengelola menjanjikan makanan yang diolah menggunakan tangan. Tujuannya agar makanan yang disajikan bercita rasa rumahan.

Pengunjung tidak perlu khawatir dengan pelayanan selama ”mendekam” di penjara. Mereka berhak mendapatkan pelayanan ramah dengan senyum tulus, peralatan makan yang bersih, penyajian makanan dan minuman tidak boleh lebih dari 10 menit, toilet bersih, serta setruk pembayaran yang telah dipesan. Jika pengunjung tidak mendapatkan lima pelayanan dasar itu, pengunjung berhak mengadukan ke 087875322247.

Rumah makan ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 22.00 di lantai 3A Plaza Semanggi, Jakarta Selatan. Sebagaimana yang dilakukan Nia dan Dina, tempat itu cocok menjadi lokasi pertemuan sambil menunggu kemacetan reda. Bisa menjadi semacam ”oase” di tengah padatnya jalanan di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat.

Selain oase di kawasan semanggi, kami juga mencoba oase lain di keriuhan Jalan Agus Salim Menteng, Jakarta Pusat.

Di antara bunyi klakson mobil yang ramai melintas, lalu lalang pejalan kaki, dan pengendara sepeda motor yang saling serobot merayap zig-zag disela-sela mobil yang antre di jalan, ada restoran Eatology yang berdiri di salah satu sudut Jalan Agus Salim. Kawasan ini terkenal sebagai salah satu tempat berburu kuliner di Jakarta. Menengok ke dalam Eatology, interior rumah makan ini didesain untuk memberi kesan hangat, tenang, dan alami.

Tampak pot-pot besar dengan tanaman palem dipasang berjejer untuk memberi kesan lingkungan hijau. Sorot dan warna lampu yang dipasang untuk menerangi restoran ini semakin memberi kesan kehangatan ruangan.

Bagi perokok, Anda bisa memilih tempat di ruang terbuka yang ada di lantai satu dan dua. Namun, pengelola juga menyediakan ruang berpengatur suhu ruangan untuk pengunjung yang tidak merokok.

Selain makanan dan minuman, kami juga menikmati suasana yang amat tenang di Eatology. Suasana seperti ini amat pas untuk mengobrol santai dengan pasangan atau teman.

Dari ruang makan ini, kita dapat melihat orang dan kendaraan berlalu lalang di Jalan Agus Salim yang sering padat. Suhu panas tak begitu terasa di tempat ini.

Eatology menyajikan menu masakan Asia, Indonesia, dan Barat. Ada pilihan makanan ala Jepang, Italia, dan menu lokal. ”Kami mencoba menawarkan pilihan menu yang variatif,” kata Agus Setiawan, Supervisor Eatology.

Dua lokasi restoran yang kami coba, yakni Bong Kopitown di Semanggi dan Eatology di Menteng sama-sama berada di kawasan padat lalu lintas. Keberadaannya menjadi semacam oase. Tak ada salahnya mencoba. Selamat menikmati. (Andy Riza Hidayat/Mukhamad Kurniawan)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.