Kompas.com - 24/09/2013, 07:32 WIB
Makan bagi sebagian orang tidak lagi sekadar mengenyangkan perut. Namun, sensasi suasana restoran yang unik sering menjadi daya tarik bagi para pencinta kuliner. Seperti sajian yang disediakan di rumah makan berkonsep penjara, Bong Kopitown, di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2013). KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWANMakan bagi sebagian orang tidak lagi sekadar mengenyangkan perut. Namun, sensasi suasana restoran yang unik sering menjadi daya tarik bagi para pencinta kuliner. Seperti sajian yang disediakan di rumah makan berkonsep penjara, Bong Kopitown, di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2013).
EditorI Made Asdhiana
SIAPA bilang dalam penjara itu menderita? Ternyata tidak. Di penjara Bong Kopitown, ”tahanan” dan ”narapidana” justru merasa bahagia. Sebab, suasana dibangun nyaman. Makanan disajikan seenak mungkin untuk membuat penghuni kerasan.

Konsep unik itu terinspirasi dari kisah dua sahabat di Hongkong, yakni Bong dan Kim. Suatu hari, Kim harus mendekam di penjara karena kesalahan konyol. Bong mencoba menemani sahabatnya dengan melamar sebagai koki di penjara tersebut.

Masakan Bong terbukti enak. Banyak narapidana yang habis masa tahanannya justru meminta perpanjangan. Bahkan, tiga buronan paling dicari aparat, bernama Lee, Ming, dan Ken, menyerahkan diri demi merasakan masakan dalam penjara. Ini semua gara-gara Bong yang menjadi juru masak.

Lee menyerahkan diri karena penasaran dengan makanan bernama ote-ote. Sementara Ming balik ke penjara karena ingin mencoba choi pan dan Ken tergiur dengan menu bernama ham pan.

Inilah cerita fiksi yang dikarang pengelola rumah makan Bong Kopitown. Cerita diwujudkan dalam konsep rumah makan penjara, yang diklaim sebagai yang pertama di Jakarta. Anda benar-benar diajak ke sebuah penjara dengan sajian menu khas orang hukuman.

Ruang makan di restoran ini disekat-sekat jeruji layaknya sebuah penjara. Pintunya tidak bergembok, bisa digeser jika ingin masuk atau keluar. Jerujinya asli dari besi, begitupun dengan rumah lampu dan piring-piringnya. Pelayannya juga berkostum tahanan, menggunakan kaus dengan motif selang-seling hitam putih.

Pengunjung bebas memilih ruang tahanan yang disukai. Di salah satu ruang tahanan kafe itu tertera tulisan ”the happiest prisoner on earth”, tahanan paling bahagia di muka bumi. Tak semua narapidana harus menderita karena makanan yang tak enak.

Kamis (19/9/2013) sore itu, ruangan ini dihuni empat perempuan yang sedang mengobrol asyik. Mereka ingin sekali menjadi penghuni penjara yang paling bahagia. Nia Pasaribu (28) dan Dina Nasinggolan (28) sengaja memilih tempat itu untuk bertemu. Mereka merasa tempat itu paling cocok karena mengusung tema yang unik. ”Suasananya oke, penjaranya tidak ada yang angker. Malah asyik ketemuan di sini,” kata Nia.

Penilaian Nia tidak salah, pelayan, bartender, hingga juru masak rumah makan ramah melayani pelanggan. Walaupun mengusung konsep penjara, pelayan murah senyum melayani pelanggan. Walau demikian, ada sejumlah pengunjung yang berharap rumah makan itu bisa lebih gila. Kegilaan itu ditunggu lewat menu yang disajikan dan konsep yang dibangun di sana.

Suasana

Bong Kopitown menyajikan menu peranakan khas Singkawang, Pontianak, Medan, Penang, dan Singapura. Dalam daftar menu yang didesain menyerupai koran bertajuk ”Old Town Post”, pengelola menjanjikan makanan yang diolah menggunakan tangan. Tujuannya agar makanan yang disajikan bercita rasa rumahan.

Pengunjung tidak perlu khawatir dengan pelayanan selama ”mendekam” di penjara. Mereka berhak mendapatkan pelayanan ramah dengan senyum tulus, peralatan makan yang bersih, penyajian makanan dan minuman tidak boleh lebih dari 10 menit, toilet bersih, serta setruk pembayaran yang telah dipesan. Jika pengunjung tidak mendapatkan lima pelayanan dasar itu, pengunjung berhak mengadukan ke 087875322247.

Rumah makan ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 22.00 di lantai 3A Plaza Semanggi, Jakarta Selatan. Sebagaimana yang dilakukan Nia dan Dina, tempat itu cocok menjadi lokasi pertemuan sambil menunggu kemacetan reda. Bisa menjadi semacam ”oase” di tengah padatnya jalanan di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat.

Selain oase di kawasan semanggi, kami juga mencoba oase lain di keriuhan Jalan Agus Salim Menteng, Jakarta Pusat.

Di antara bunyi klakson mobil yang ramai melintas, lalu lalang pejalan kaki, dan pengendara sepeda motor yang saling serobot merayap zig-zag disela-sela mobil yang antre di jalan, ada restoran Eatology yang berdiri di salah satu sudut Jalan Agus Salim. Kawasan ini terkenal sebagai salah satu tempat berburu kuliner di Jakarta. Menengok ke dalam Eatology, interior rumah makan ini didesain untuk memberi kesan hangat, tenang, dan alami.

Tampak pot-pot besar dengan tanaman palem dipasang berjejer untuk memberi kesan lingkungan hijau. Sorot dan warna lampu yang dipasang untuk menerangi restoran ini semakin memberi kesan kehangatan ruangan.

Bagi perokok, Anda bisa memilih tempat di ruang terbuka yang ada di lantai satu dan dua. Namun, pengelola juga menyediakan ruang berpengatur suhu ruangan untuk pengunjung yang tidak merokok.

Selain makanan dan minuman, kami juga menikmati suasana yang amat tenang di Eatology. Suasana seperti ini amat pas untuk mengobrol santai dengan pasangan atau teman.

Dari ruang makan ini, kita dapat melihat orang dan kendaraan berlalu lalang di Jalan Agus Salim yang sering padat. Suhu panas tak begitu terasa di tempat ini.

Eatology menyajikan menu masakan Asia, Indonesia, dan Barat. Ada pilihan makanan ala Jepang, Italia, dan menu lokal. ”Kami mencoba menawarkan pilihan menu yang variatif,” kata Agus Setiawan, Supervisor Eatology.

Dua lokasi restoran yang kami coba, yakni Bong Kopitown di Semanggi dan Eatology di Menteng sama-sama berada di kawasan padat lalu lintas. Keberadaannya menjadi semacam oase. Tak ada salahnya mencoba. Selamat menikmati. (Andy Riza Hidayat/Mukhamad Kurniawan)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

52 Kantor Imigrasi Ini Sudah Bisa Terbitkan Paspor Elektronik

52 Kantor Imigrasi Ini Sudah Bisa Terbitkan Paspor Elektronik

Travel Update
Rute ke Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan

Rute ke Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan

Travel Tips
Sandiaga Minta Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung ke Jepang

Sandiaga Minta Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung ke Jepang

Travel Update
Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Travel Bubble dengan Jepang

Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Travel Bubble dengan Jepang

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Sangat Terjangkau

Harga Tiket dan Jam Buka Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Sangat Terjangkau

Travel Tips
Kritik Sandiaga Uno soal Tarif Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro

Kritik Sandiaga Uno soal Tarif Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro

Travel Promo
13 Syarat Travel Bubble Singapura ke Indonesia yang Dimulai 24 Januari 2022

13 Syarat Travel Bubble Singapura ke Indonesia yang Dimulai 24 Januari 2022

Travel Update
Harga Tiket KA Murah Jurusan Yogyakarta-Purwokerto, Mulai Rp 70.000

Harga Tiket KA Murah Jurusan Yogyakarta-Purwokerto, Mulai Rp 70.000

Travel Update
Harga Tiket Malang Night Paradise, Wisata Malam yang Instagramable

Harga Tiket Malang Night Paradise, Wisata Malam yang Instagramable

Jalan Jalan
5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan

5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan

Travel Promo
Travel Bubble Indonesia-Singapura, Uji Coba Bertahap Mulai 24 Januari

Travel Bubble Indonesia-Singapura, Uji Coba Bertahap Mulai 24 Januari

Travel Update
4 Aktivitas di Desa Lai Chi Wo, Bisa Jelajah Hutan Bakau

4 Aktivitas di Desa Lai Chi Wo, Bisa Jelajah Hutan Bakau

Jalan Jalan
6 Konsep Bahagia di Beberapa Negara, Ada dari Jepang dan Swedia

6 Konsep Bahagia di Beberapa Negara, Ada dari Jepang dan Swedia

Travel Tips
10 Destinasi Terpopuler di Dunia 2022 Versi Trip Advisor, Dubai Juara

10 Destinasi Terpopuler di Dunia 2022 Versi Trip Advisor, Dubai Juara

Travel Update
Sambut Imlek, Kelenteng Tjoe Tik Kiong Jalani Ritual Ganti Baju Dewa

Sambut Imlek, Kelenteng Tjoe Tik Kiong Jalani Ritual Ganti Baju Dewa

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.