Kompas.com - 25/09/2013, 11:03 WIB
Anggota TNI menunjukkan keterampilan terjun ke laut dari helikopter, Sabtu (14/9/2013), untuk memeriahkan puncak Sail Komodo 2013 di Pantai Pede, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini melibatkan kapal perang Indonesia, kapal pemerintah, dan yacht dari 17 negara. Sail Komodo diharapkan bisa mengakselerasi pembangunan ekonomi setempat dari sektor pariwisata dan perikanan. KOMPAS/ICHWAN SUSANTOAnggota TNI menunjukkan keterampilan terjun ke laut dari helikopter, Sabtu (14/9/2013), untuk memeriahkan puncak Sail Komodo 2013 di Pantai Pede, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini melibatkan kapal perang Indonesia, kapal pemerintah, dan yacht dari 17 negara. Sail Komodo diharapkan bisa mengakselerasi pembangunan ekonomi setempat dari sektor pariwisata dan perikanan.
EditorI Made Asdhiana
LABUAN BAJO, KOMPAS - Penyelenggaraan Sail Komodo 2013 yang berlangsung dua pekan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada akhir Agustus hingga pertengahan September lalu, dinilai tidak berdampak pada kemajuan daerah setempat.

Bahkan, dikhawatirkan, berbagai proyek pembangunan yang dilakukan, tetapi belum selesai, bakal telantar sejalan dengan berakhirnya Sail Komodo. Padahal rangkaian kegiatan tersebut menghabiskan dana Rp 3,6 triliun berikut untuk pembangunan sarana dan prasarana.

Abdul Ipur, Lurah Labuan Bajo, Selasa (24/9/2013), menyatakan, misalnya, untuk program bedah rumah yang dilakukan di wilayahnya. ”Saya tidak pernah menerima pemberitahuan terkait program tersebut, dan saya belum melihat adanya rumah rakyat yang sudah dibedah sebagaimana dilaporkan. Warga juga tidak tahu,” ujarnya.

Menurut laporan panitia, dari sejumlah program yang disiapkan berkaitan dengan Sail Komodo, di antaranya, adalah bedah rumah rakyat. Lokasi bedah rumah disebutkan antara lain berada di Kampung Ujung, Kelurahan Labuan Bajo.

Syakar L Jangku, anggota DPRD Manggarai Barat, juga tidak mengetahui berapa unit rumah yang dibedah serta di mana saja rumah-rumah yang diperbaiki untuk menyambut peserta Sail Komodo. ”Saya sendiri belum pernah melihat rumah sentuhan program pembedahan itu di Labuan Bajo atau perkampungan lain di Manggarai Barat,” ujarnya.

Menurut Syakar, saat bertemu dengan Menteri Sosial Salim Segaf Al’Jufrie ketika mengikuti Sail Komodo di Labuan Bajo, Salim Segaf sempat mengungkapkan kekecewaannya terkait program bedah rumah tersebut.

”Realisasinya di lapangan mengecewakan karena tidak sesuai atau jauh dari standar yang ditetapkan, seperti harus membuat lantai rumah yang dibedah, ada jendelanya, dan memiliki WC. Pelaksanaannya terbengkalai,” katanya.

Terkait pembangunan sarana air bersih, Syakar mengakui air sempat mengalir ke sejumlah hotel dan perkantoran. Namun, sesaat setelah selesainya Sail Komodo, air tidak lagi mengalir ke hotel dan perkantoran itu. ”Sepertinya air pun ikut berlayar bersama berlalunya Sail Komodo,” tuturnya memberi kiasan.

Hal yang sama diungkapkan oleh tokoh masyarakat Labuan Bajo, H Ramang. ”Hingga kini, warga Labuan Bajo kembali mengalami krisis air bersih,” tuturnya.

Ragu proyek dilanjutkan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X