Kompas.com - 25/09/2013, 11:03 WIB
EditorI Made Asdhiana
LABUAN BAJO, KOMPAS - Penyelenggaraan Sail Komodo 2013 yang berlangsung dua pekan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada akhir Agustus hingga pertengahan September lalu, dinilai tidak berdampak pada kemajuan daerah setempat.

Bahkan, dikhawatirkan, berbagai proyek pembangunan yang dilakukan, tetapi belum selesai, bakal telantar sejalan dengan berakhirnya Sail Komodo. Padahal rangkaian kegiatan tersebut menghabiskan dana Rp 3,6 triliun berikut untuk pembangunan sarana dan prasarana.

Abdul Ipur, Lurah Labuan Bajo, Selasa (24/9/2013), menyatakan, misalnya, untuk program bedah rumah yang dilakukan di wilayahnya. ”Saya tidak pernah menerima pemberitahuan terkait program tersebut, dan saya belum melihat adanya rumah rakyat yang sudah dibedah sebagaimana dilaporkan. Warga juga tidak tahu,” ujarnya.

Menurut laporan panitia, dari sejumlah program yang disiapkan berkaitan dengan Sail Komodo, di antaranya, adalah bedah rumah rakyat. Lokasi bedah rumah disebutkan antara lain berada di Kampung Ujung, Kelurahan Labuan Bajo.

Syakar L Jangku, anggota DPRD Manggarai Barat, juga tidak mengetahui berapa unit rumah yang dibedah serta di mana saja rumah-rumah yang diperbaiki untuk menyambut peserta Sail Komodo. ”Saya sendiri belum pernah melihat rumah sentuhan program pembedahan itu di Labuan Bajo atau perkampungan lain di Manggarai Barat,” ujarnya.

Menurut Syakar, saat bertemu dengan Menteri Sosial Salim Segaf Al’Jufrie ketika mengikuti Sail Komodo di Labuan Bajo, Salim Segaf sempat mengungkapkan kekecewaannya terkait program bedah rumah tersebut.

”Realisasinya di lapangan mengecewakan karena tidak sesuai atau jauh dari standar yang ditetapkan, seperti harus membuat lantai rumah yang dibedah, ada jendelanya, dan memiliki WC. Pelaksanaannya terbengkalai,” katanya.

Terkait pembangunan sarana air bersih, Syakar mengakui air sempat mengalir ke sejumlah hotel dan perkantoran. Namun, sesaat setelah selesainya Sail Komodo, air tidak lagi mengalir ke hotel dan perkantoran itu. ”Sepertinya air pun ikut berlayar bersama berlalunya Sail Komodo,” tuturnya memberi kiasan.

Hal yang sama diungkapkan oleh tokoh masyarakat Labuan Bajo, H Ramang. ”Hingga kini, warga Labuan Bajo kembali mengalami krisis air bersih,” tuturnya.

Ragu proyek dilanjutkan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.