Kompas.com - 25/09/2013, 13:55 WIB
Festival Layang-layang digelar di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (11/7/2010). Berbagai model layang-layang dapat disaksikan, mulai dari yang bergambar binatang hingga tim sepakbola favorit Piala Dunia.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOFestival Layang-layang digelar di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (11/7/2010). Berbagai model layang-layang dapat disaksikan, mulai dari yang bergambar binatang hingga tim sepakbola favorit Piala Dunia.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Sekelompok anak muda membuat layang-layang tradisional di Bale Banjar Danginpeken, Desa Pakraman Intaran, Denpasar, Bali, Sabtu (21/9/2013) siang lalu.

Sambil meraut bambu dengan pisau, mereka bercengkrama. Mereka sedang membuat layang-layang pecukan yang berbentuk seperti daun.

Ketua Pengurus Pemuda Bale Banjar Danginpeken, Donny Bramasta, mengawasi teman-temannya membuat layang-layang. "Ini layang-layang tradisional Bali. Ada layang-layang janggan, pecukan, bebean," katanya.

Donny pun memperkenalkan salah satu layang-layang terbesar warga Danginpeken, layang-layang janggan atau naga sepanjang sembilan meter. "Ini dibuat sampai ekornya, panjang sembilan meter. Layang janggan ini pakai hiasan juga, ada topeng," jelasnya.

Untuk membuat layang-layang janggan sebesar itu, mereka butuh waktu hingga dua bulan.

Sementara layang-layang jenis lain seperti bebean, ikan sepanjang lima meter, paling cepat bisa mereka selesaikan dalam sepekan.

"Biasanya pakai bambu yang tua. Lalu diolesi minyak tanah supaya enggak dimakan rayap," jelas Wayan Wirana (42), Sekretaris Banjar Danginpeken.

Layang-layang tradisional Bali biasanya dibuat dengan bambu serta kain dengan warna dan ukuran sesuai kebutuhan.

Kadang para pembuat layang-layang menambahkan hiasan, seperti topeng pada layang-layang janggan raksasa yang sedang mereka buat.

Mereka juga membuat layang-layang yang bisa dibongkar pasang untuk memudahkan pengangkutan layang-layang ke lokasi yang digunakan untuk menerbangkan layang-layang.

"Untuk versi knock-down, kami sambung pakai pipa. Jadi tinggal dirakit kalau sampai di lokasi," kata Wayan.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Wisatawan bermain layang-layang di Pantai Kuta, Bali, Senin (25/4/2011).
Donny menjelaskan pula bahwa kegiatan membuat layang-layang tradisional Bali bisa dilakukan oleh perempuan maupun lelaki namun para perempuan biasanya jarang ikut membuat layanng-layang.

Para perempuan, menurut dia, biasanya hanya ikut membuat layang-layang saat ada festival besar.

"Perempuan  juga boleh ikut buat layangan. Tapi lebih cenderung laki-laki. Siapa saja bisa buat, enggak ada batasan usia," tambah Wayan.

Menurut Wayan, pembuatan layang-layang biasanya dilakukan pada hari baik berdasarkan kalender Bali. "Biar naiknya juga bagus," tambah Wayan.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hotel di Bogor untuk Staycation Bersama Keluarga Saat Mudik Dilarang

5 Hotel di Bogor untuk Staycation Bersama Keluarga Saat Mudik Dilarang

Jalan Jalan
5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

Jalan Jalan
Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Travel Update
Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Travel Update
Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Travel Promo
Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Travel Update
Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Travel Update
6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Itinerary
Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Itinerary
Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Travel Update
Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Travel Update
Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Travel Update
Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X