Kompas.com - 26/09/2013, 10:50 WIB
EditorI Made Asdhiana

Kota Singkil, kota di pantai barat Sumatera, saat ini nyaris menyerupai kota mati. Permukaan tanahnya menurun sekitar 1,5 meter pascagempa Desember 2004. Wilayah ini pun kerap digenangi air dan rumah-rumah terkepung rawa. Banyak pula rumah kosong yang dibiarkan tergenang air atau tertutup ilalang. Kondisi Kota Singkil Lama lebih mengenaskan. Sisa-sisa bangunan tua tertutup lumpur dan semak belukar.

Selain Kota Singkil, kondisi serupa tampak di Kota Natal, Kabupaten Mandailing Natal; juga di Kota Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Di Kota Natal, beberapa peninggalan lama di sekeliling alun- alun kota sudah rusak. Pantainya tak terurus dan kotor. Kegiatan ekonomi sepi.

Sepertinya Kota Singkil tidak hanya sekali berpindah tempat karena bencana. Jejak-jejak kota tua masih bisa ditemukan di tepi pantai Singkil.

Barus, kota yang dulu terkenal dengan kapur barus atau kamper, tidak jauh berbeda. Dulu Barus merupakan kota dagang yang besar. Berbagai bangsa mengunjungi tempat ini untuk mencari komoditas yang penting pada saat itu.

Barus sekarang—yang terletak beberapa kilometer dari Barus lama—hanyalah sebuah kecamatan. Beberapa bangunan, perumahan, tempat pelelangan ikan, dan pangkalan pendaratan ikan di pelabuhan lama itu kusut tak terawat. Tak sedikit orang yang tidak mengetahui Barus.

Bertahun-tahun makam-makam lama di Barus tampak bisu karena jarang orang yang peduli. Orang-orang dari luar negeri malah peduli dengan keberadaan makam itu hingga makam-makam itu diteliti dan makam-makam itu ”hidup”.

Ketimpangan

Tsunami tahun 2004 telah meluluhlantakkan sebagian besar kawasan pantai barat Aceh. Pemulihan kawasan membutuhkan waktu dan biaya yang sangat besar. Bantuan dari luar negeri pada akhirnya ikut membantu pembangunan infrastruktur.

Provinsi Aceh seperti bergincu. Kota yang porak poranda kini tertata rapi. Jalan-jalan di sepanjang pantai barat dibangun lebar dengan aspal yang mulus.

Namun, kenikmatan berkendara segera berakhir setelah melewati perbatasan Provinsi Aceh. Kenyamanan segera berganti dengan perjuangan menghindari lubang-lubang besar di jalan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tur 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tur 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Travel Tips
HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.