Kompas.com - 26/09/2013, 16:56 WIB
Wisatawan menikmati liburan di Ayana Resort and Spa, Jimbaran, Bali, Sabtu (22/6/2013). Bisnis penginapan di kawasan wisata pantai masih menjanjikan karena di sejumlah kawasan pantai di Bali seperti Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua dan Tanjung Benoa masih menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESWisatawan menikmati liburan di Ayana Resort and Spa, Jimbaran, Bali, Sabtu (22/6/2013). Bisnis penginapan di kawasan wisata pantai masih menjanjikan karena di sejumlah kawasan pantai di Bali seperti Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua dan Tanjung Benoa masih menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan iklim global rupanya berdampak pada banyak sektor termasuk pariwisata. Oleh karenanya, sebagai pemangku kepentingan bidang pariwisata nasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengambil tindakan dalam mewujudkan pembangunan kepariwisataan ramah lingkungan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pengestu bersama Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Suryo Bambang Sulisto, dan Direktur Eksekutif Yayasan WWF Indonesia Efransjah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan pembangunan pariwisata berkelanjutan rendah karbon.

"Perubahan iklim adalah urusan semua orang karena diakibatkan oleh manusia dan hanya manusia yang bisa menahannya," ujar Rachmat Witoelar di Gedung Sapta Pesona, Kamis (26/9/2013).

Nota kesepahaman dalam waktu 2 tahun (2013-2015) dengan memiliki beberapa cakupan kegiatan yang menjadi fokus dan prioritas.

Menurut Mari, salah satu rencana konkret yang akan dilakukan adalah dengan membangun green hotel serta menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh transportasi yang menjadi akomodasi penting dalam pariwisata.

"Dalam pembangunan hotel mendatang, harusnya sudah ada standar-sandarnya seperti apa yang ramah lingkungan," kata Mari.

Adapun beberapa standar green hotel, Efransjah menjelaskan yakni dalam pembangunan hotel tidak mengubah lanskap lingkungan daerah setempat.

"Pembangunan hotel tidak mengubah lanskap lingkungan tempat tersebut di mana daya dukung lingkungannya itu bisa menampung keberadaan hotel itu," ujar Efransjah.

Menurut dia, dalam melakukan eksploitasi daerah sekitar tempat hotel dibangun misalnya dalam penggunaan air, tidak boleh berlebihan, haruslah sesuai dengan kemampuan ketersediaan air di tempat tersebut. "Selain itu, juga perlu diperhatikan kelestarian air yang ada di sekitar," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Travel Update
Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Jalan Jalan
Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Travel Update
Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Jalan Jalan
Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Travel Update
Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Travel Update
Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Travel Update
Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Travel Update
Hari Kelima Travel Bubble Singapura-Indonesia, Turis Asing Masih Sepi

Hari Kelima Travel Bubble Singapura-Indonesia, Turis Asing Masih Sepi

Travel Update
Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Travel Update
Jangan Lakukan 3 Kesalahan Umum Ini Saat Bikin Paspor via M-Paspor

Jangan Lakukan 3 Kesalahan Umum Ini Saat Bikin Paspor via M-Paspor

Travel Tips
8 Pecinan di Indonesia yang Penuh Sejarah

8 Pecinan di Indonesia yang Penuh Sejarah

Jalan Jalan
Cara Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Setelah Daftar via M-Paspor

Cara Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Setelah Daftar via M-Paspor

Travel Tips
Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Travel Update
Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.