Kompas.com - 29/09/2013, 19:43 WIB
Feri dari Pelabuhan Merak, Banten, mengangkut mobil memasuki Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Rabu (10/8/2011). Pemerintah berencana membangun Jembatan Selat Sunda untuk menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATFeri dari Pelabuhan Merak, Banten, mengangkut mobil memasuki Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Rabu (10/8/2011). Pemerintah berencana membangun Jembatan Selat Sunda untuk menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
EditorI Made Asdhiana
BANDUNG, KOMPAS —  Setelah sembilan hari menjelajah Sumatera, akhirnya kami tiba di tanah Jawa, Sabtu (28/9/2013) siang. Kapal Motor Penyeberangan Shalom yang kami tumpangi merapat mulus di dermaga Merak. Proses sandar kapal relatif lancar karena kondisi laut di Selat Sunda cukup bersahabat. Cuaca cerah nyaris tak ada awan yang menutupi terik matahari yang menyengat. Dari kapal kami pun bisa melihat sosok anak Gunung Krakatau dengan jelas.

Untuk menyusur Pulau Jawa, kami tak memilih rute legenda Anyer-Panarukan. Kami melaju di Tol Merak dan lanjut ke Tol Dalam Kota Jakarta kemudian menyambung lagi ke Tol Cikampek menuju Bandung. Jalan tol yang terkoneksi, mobilitas kendaraan, dan distribusi barang begitu mudah menunjukkan kemajuan infrastruktur di Jawa. Ini kontras dengan infrastruktur di sebagian besar Sumatera yang kondisi jalur utamanya banyak rusak.

Keluar dari pintu Tol Cikampek, kami melintasi jalan raya Cikampek-Purwakarta. Kami memilih rute ini untuk melihat perkembangan kawasan ini setelah dibangunnya Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang-Cileunyi. Kawasan ini sempat ”mati suri” setelah tol itu diresmikan pada 2005.

Namun, saat kami melewati jalur itu, tampak lalu lintas kendaraan sudah jauh lebih ramai dibandingkan dengan saat tol dibuka. Peningkatan aktivitas di jalur itu juga dipengaruhi makin berkembangnya kawasan industri. Dalam tiga tahun terakhir, pabrik-pabrik baru bermunculan di Subang, Karawang, dan Purwakarta.

Pemilik warung di jalur itu, Adah (28), mengungkapkan, ketika Tol Cipularang dibuka, pendapatannya menurun hingga 50 persen. Tiga tahun terakhir, kondisi kembali pulih seperti sebelum tol beroperasi. Di sepanjang jalur ini, berbagai minimarket juga mulai menjamur. (AHA/UTI/HAM/OTW)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X