Kompas.com - 01/10/2013, 08:13 WIB
Sofia boru Manurung (53) saat menyajikan ikan mas Naniura ke pengunjung di Desa Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. KOMPAS.com/Tigor MuntheSofia boru Manurung (53) saat menyajikan ikan mas Naniura ke pengunjung di Desa Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
|
EditorI Made Asdhiana

Ikan yang sudah ditaburi asam dibiarkan, sampai nantinya warna ikan berubah. "Sembari kita menunggu asam 'memasak' ikan, kita siapkan bumbunya," kata Sofia.

Bahan bumbu naniura ternyata tidak terlalu sulit diperoleh, kecuali andaliman yang memang menjadi ciri khas bumbu orang Batak. "Andaliman memang ciri khas dan pembeda rasa masakan naniura," jelas Sofia.

Bahan seperti kunyit, jahe, kemiri, kencur, cabe merah, cabe rawit (jika ingin lebih pedas), bawang merah, bawang putih dan andaliman disangrai sampai layu dan mengeluarkan aroma harum. Selain itu bawang Batak, tomat dan daun selada juga dimasak untuk dijadikan uram. Bumbu yang sudah disangrai selanjutnya diulek di atas cobekan batu. Semua bahan diulek sampai halus.

Terkadang, menurut Sofia, mengingat waktu dan banyaknya orderan, seluruh bahan bumbu mereka blender agar lebih cepat lumat dan hasilnya lebih halus. Bumbu yang sudah lumat dan dicampur garam seperlunya lalu dituangkan ke seluruh bagian ikan mas yang sudah dibiarkan 'dimasak' air asam jungga.

Akhir dari proses meracik naniura dengan meletakkan bawang Batak, tomat dan daun selada ke atas ikan, dan ini disebut sebagai uram. "Uram ini juga menambah enaknya rasa naniura," kata Sofia.

Setelah proses ini, ternyata ikan mas Naniura belum bisa disantap. "Sekitar satu hingga tiga jam lagi kita biarkan, barulah naniura siap disajikan. Kian lama kian enak. Tapi jangan sampai lewat satu dua hari," terang Sofia.

"Inilah naniura, masakan khas Batak. Matang tapi tidak dimasak pakai api," lanjut Sofia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yah, Naniura sudah siap di atas sebuah nampan. Rasanya tak sabar lagi untuk mencolek dagingnya, hasil racikan putri asli Samosir, Sofia boru Manurung.

"Saya tahu membuat naniura sejak kecil. Dulu, bapak saya harus memakan naniura minimal sekali tiga bulan. Beliau kan kalau memanjat pohon aren untuk membuat tuak butuh tenaga. Jadi biar aura badannya tetap fit, makanya ibu saya selalu membuatkan naniura buat bapak saya," kenang Sofia, awal bagaimana dia tahu membuat Naniura, belajar dari sang ibundanya.

Kemampuan Sofia membuat naniura itu mulai dikenal orang sejak 2005. Ketika itu Pemerintah Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir memintanya untuk ikut lomba memasak. "Saya dapat juara pertama saat itu dengan menu masakan naniura," bebernya.

Namanya kian dikenal jago meracik naniura, ketika diikutkan kembali lomba di tingkat Provinsi Sumatera Utara dan juga meraih prestasi. "Saya membuka usaha kedai nasi Sekapur Sirih ini baru tiga tahun. Dulu kemampuan memasak berbagai menu khas Batak, saya bekerja di salah satu hotel di sini (Desa Tuktuk)," katanya.

Benar saja, kenikmatan naniura hasil racikan Sofia mengena di lidah seorang teman yang juga Pimpinan Redaksi Metro Siantar, Pandapotan Siallagan yang kebetulan datang menyaksikan kemeriahan Festival Danau Toba 2013 di Desa Tuktuk Siadong.

Panda, sebutan akrabnya, datang membawa beberapa staf dan redaksi Metro Siantar. Mereka dengan lahap menyantap naniura. Sambil mengacungkan jempolnya, Panda mengisyaratkan naniura yang satu ini enak dan nikmat. "Ini enak, andalimannya kena, sedap," kata Panda sambil mencicipi ikan mas naniura bersama nasi yang sudah disajikan Sofia di depannya.

Bagi Panda dan rekan-rekannya, kemeriahan Festival Danau Toba 2013 dengan ikon lampion Si Gale-galenya, jelas kalah dengan gigitan rasa andaliman yang ada di naniura.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.