Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/10/2013, 18:24 WIB
SEJAK ratusan tahun lalu, hingga kini, produksi kain batik laweyan terbukti telah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di salah satu Kecamatan Laweyan di Solo, Jawa Tengah. Meskipun pernah terpuruk, pengusahanya yang ikut andil mengantarkan kemerdekaan Indonesia, pada akhirnya bangkit.

Reza Murad Ali berulang kali meraba beberapa kain batik yang dipajangnya di ruang pamer Batik Puspa Hadi di Jalan Sidoluhur, Nomor 75, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Senyuman Manajer Marketing Mydin, salah satu hypermarket raksasa di Malaysia, itu, mengembang saat melihat dan meraba daster motif bunga merah kuning dengan warna dasar kain biru langit. ”Saya yakin, batik ini akan mendapatkan hati pelanggannya,” katanya.

Reza mengakui, batik laweyan tak pernah mengecewakan. Sejak 8-10 tahun terakhir, ia selalu datang ke Laweyan saat membutuhkan baju batik. Lewat jaringan Mydin, ribuan helai baju batik laweyan ludes terjual setiap tahunnya. ”Baju atau daster batik laweyan digemari karena kainnya halus dan motifnya beragam,” tambahnya.

Pemilik Batik Puspa Hadi, Achmad Sulaeman, mengatakan, konsumen Malaysia adalah pasar potensial batik laweyan. Keberhasilan menembus Malaysia menjadi salah satu penopang bangkitnya kembali usaha batik laweyan. Negara Bagian Langkawi dipilih sebagai pasar utama karena membebaskan biaya cukai. Perajin batik di Trengganu dan Kelantan juga diajak bekerja sama untuk mengembangkannya.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Pekerja menyelesaikan pembuatan kain batik yang khusus di ekspor ke Malaysia di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/7/2013).
Menurut Achmad, tidak kurang 1.200 potong produk baju atau daster batik laweyan dikirim setiap bulannya. Mayoritas dibuat dengan teknik smok, menggunakan canting dan kuas. ”Tak hanya Malaysia, konsumen Brunei dan Filipina juga menikmati batik laweyan. Ada juga juragan batik yang membuka pasar ke Amerika Serikat. Semoga ini menjadi semangat untuk mengembalikan kejayaan batik laweyan tempo dulu,” ujar keturunan generasi kelima keluarga batik laweyan.

Asal-usul

Sejarah batik laweyan memang tak bisa dipisahkan dari Desa Lawe yang dulu dikenal sebagai pusat perdagangan bahan baku kapas dan kain, sekitar abad ke-16. Nama ”lawean” diambil dari kata ’lawe’ yang artinya kain tenun.

Berada di tepi Sungai Kabanaran, pedagang asal Lawean membawa barang dagangannya ke Bandar Nusupan yang berada di tepi Sungai Bengawan Solo. Kiai Ageng Henis kemudian menawarkan alternatif usaha baru bagi masyarakat Laweyan tahun 1546. Sebagai keturunan Raja Brawijaya V, ia terbiasa dengan pembuatan batik di lingkungan istana. Kakek buyut Sutawaijaya, raja pertama Mataram Islam, itu, lantas mengajari masyarakat cara membatik menggunakan canting.

Perlahan, Laweyan berubah rupa. Keuntungan dagang yang lebih baik membuat banyak pembuat mori banting setir menjadi pengusaha batik. Peninggalan fisik berupa rumah dengan tembok tinggi dan besar serta berarsitektur bergaya kolonial, menjadi saksi kejayaan Laweyan. ”Penghasilan saudagar kaya saat itu lebih besar ketimbang gaji bupati. Saudagar batik bisa mendapat 800 gulden per hari. Sementara itu bupati hanya 1.000 gulden per bulan,” kata Achmad.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Nina Akbar Tandjung mengubah rumah saudagar batik Laweyan menjadi Roemahkoe Heritage Hotel. Ia mempertahankan otentisitas dan atmosfer rumah Jawa.
Bukti kejayaan itu juga terpatri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kiai Haji Samanhudi, yang dulu dikenal sebagai saudagar paling dihormati di Laweyan, jadi motornya. Pendiri Serikat Dagang Islam ini dikenal sebagai penyandang dana bagi usaha kemerdekaan.

Pemerintah Belanda yang tahu aktivitas itu, tidak tinggal diam. Raungan pesawat tempur Belanda sempat membombardir kawasan Laweyan. Tujuannya, memutus rantai ekonomi saudagar batik. Meski sejumlah rumah hancur, semangat perjuangan tidak surut.

Tak diketahui pasti berapa banyak gulden dan harta benda yang diberikan Samanhudi dan rekan-rekannya untuk membantu perjuangan Indonesia untuk diakui sebagai negara merdeka. Namun, dari cerita yang beredar di kalangan pembatik, hingga kematiannya, ia tidak meninggalkan banyak harta. (Cornelius Helmy)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

3 Syarat Naik Kapal Pesiar yang Bakal Berlabuh di Jakarta, Bawa Paspor

3 Syarat Naik Kapal Pesiar yang Bakal Berlabuh di Jakarta, Bawa Paspor

Travel Tips
Pertama Kalinya, Kapal Pesiar Resorts World Cruise Akan Berlabuh di Jakarta

Pertama Kalinya, Kapal Pesiar Resorts World Cruise Akan Berlabuh di Jakarta

Travel Update
Promo Tiket Pesawat Murah ke Jepang di Astindo Travel Fair 2024

Promo Tiket Pesawat Murah ke Jepang di Astindo Travel Fair 2024

Travel Update
3 Tips Maksimalkan Promo Astindo Travel Fair 2024, Datang Lebih Awal

3 Tips Maksimalkan Promo Astindo Travel Fair 2024, Datang Lebih Awal

Travel Tips
5 Promo Astindo Travel Fair 2024, 'Cashback' hingga Rp 670.000

5 Promo Astindo Travel Fair 2024, "Cashback" hingga Rp 670.000

Travel Update
Arab Saudi Dikunjungi Lebih dari 100 Juta Wisatawan Tahun 2023

Arab Saudi Dikunjungi Lebih dari 100 Juta Wisatawan Tahun 2023

Travel Update
F1 Powerboat Danau Toba 2024, Okupansi 'Homestay' di Lumban Bulbul Meningkat

F1 Powerboat Danau Toba 2024, Okupansi "Homestay" di Lumban Bulbul Meningkat

Hotel Story
China Catat 7,2 Miliar Perjalanan Selama Libur Imlek 40 Hari, Masih Terus Bertambah

China Catat 7,2 Miliar Perjalanan Selama Libur Imlek 40 Hari, Masih Terus Bertambah

Travel Update
3 Paket Perjalanan ke Jepang di Astindo Travel Fair 2024, Ada Gunung Fuji

3 Paket Perjalanan ke Jepang di Astindo Travel Fair 2024, Ada Gunung Fuji

Travel Update
Promo Tiket Pesawat Domestik di Astindo Travel Fair 2024, Mulai Rp 670.000

Promo Tiket Pesawat Domestik di Astindo Travel Fair 2024, Mulai Rp 670.000

Travel Update
Promo Selain Tiket Pesawat di Astindo Travel Fair 2024, Ada Taman Safari

Promo Selain Tiket Pesawat di Astindo Travel Fair 2024, Ada Taman Safari

Jalan Jalan
Promo Tiket Pesawat Internasional di Astindo Travel Fair 2024, ke Malaysia PP Cuma Rp 1,8 Jutaan

Promo Tiket Pesawat Internasional di Astindo Travel Fair 2024, ke Malaysia PP Cuma Rp 1,8 Jutaan

Travel Update
Maret 2024, Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan di 5 Rute Internasional

Maret 2024, Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan di 5 Rute Internasional

Travel Update
Syarat Dapat Promo BCA Cashback Rp 670.000 di Astindo Travel Fair 2024

Syarat Dapat Promo BCA Cashback Rp 670.000 di Astindo Travel Fair 2024

Travel Update
Astindo Travel Fair Digelar Hari Ini di ICE BSD, Ada Promo Cashback Rp 300.000

Astindo Travel Fair Digelar Hari Ini di ICE BSD, Ada Promo Cashback Rp 300.000

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com