Ragam Rawon di Kandang Rawon

Kompas.com - 02/10/2013, 08:00 WIB
Rawon Nguling Probolinggo KOMPAS/RADITYA HELABUMIRawon Nguling Probolinggo
EditorI Made Asdhiana
RAWON termasuk hidangan khas Jawa Timur yang gampang dinikmati lidah banyak orang. Rawon yang bisa ditemukan di restoran atau hotel berbintang di Indonesia itu bahkan masuk daftar 40 makanan Indonesia terlezat versi CNNGo.

”Eee ..., permisi, permisi, eee...,” kata Suladi (41) dengan logat meniru-niru opsir Belanda di film-film ”jadul” tentang perang kemerdekaan Indonesia. ”Berapa rawon?” ia bertanya dengan suara yang disengau-sengaukan. ”Eeee..., berapa teh tawar?” ujar pegawai warung tenda Rawon Kalkulator Taman Bungkul, Surabaya, itu.

Pengunjung yang ”diinterogasi” sang opsir palsu tersenyum-senyum melihat tingkah Suladi. Begitu semua pesanan tersampaikan, Suladi berteriak ke arah para peracik rawon di balik meja. ”Eeee..., rawon satu daging ya..., eee... es teh tawar dua....”

Dari balik meja, Sunar (41) segera mengambil piring berisi nasi dan menuang rawon pesanan. Suladi pun melanjutkan ”teaternya” dengan pembeli yang datang tanpa henti.

Rawon di warung tenda yang dirintis Adjib Rosidi (almarhum) dan Amanah sejak tahun 1975 itu memang pantas dicoba. Kilau minyak bumbu-bumbunya berlarian di sela-sela nasi yang kini dilekati bulir keluwak yang hitam. Irisan-irisan daging sapi terkumpul di tengah piring melepas benang uap tipis ke udara.

Irisan daging itu terasa empuk. Gurihnya daging itu berbalur aroma serupa serai serta aneka bumbu yang meresap. Imbuhan sambal mentah yang galak membuat bersantap kian lahap. Sejumput taoge segar tawar yang tercampur di sela-sela nasi memberi rasa segar. Rawon berkuah panas selalu pas untuk santap malam.

”Sampai sekarang, rawon kami tetap dimasak dengan resep Ibu Amanah,” kata Irawati (30), putri Adjib dan Amanah.

”Kami berasal dari Sekaran, Lamongan, Jawa Timur, yang hampir setiap rumahnya tahu cara memasak rawon. Keluarga kami punya resep sendiri, diturunkan dari nenek kami,” kata Irawati.

Padat bumbu

Rawon selalu bisa diutak-atik untuk menghasilkan beragam karakter kelezatan karena diracik dari belasan bumbu. Rawon menjadi sajian kuah daging yang segar karena ”mengoplos” berbagai jenis empon-empon atau rimpang, seperti lengkuas, jahe, serai, sampai kunyit. Tentu saja, bumbu paling khas dari rawon adalah keluwak (Pangium edule) yang menyebabkan kuah rawon menghitam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X