Kompas.com - 02/10/2013, 13:47 WIB
Bandara Ngurah Rai, Bali. KOMPAS/HERU SRI KUMOROBandara Ngurah Rai, Bali.
EditorI Made Asdhiana
BADUNG, KOMPAS — Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) berniat mendorong kelancaran mobilitas manusia di negara-negara APEC. Hal ini ditempuh melalui pemberian fasilitas perjalanan yang dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Bali.

Kelancaran mobilitas manusia antarnegara APEC menjadi satu dari 18 tema yang disepakati untuk dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bali, 1-8 Oktober 2013. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai pihak penanggung jawab menggelar dialog kebijakan tingkat tinggi soal tema tersebut di Badung, Bali, Selasa (1/10/2013).

Mereka yang hadir antara lain para menteri pariwisata dan sejumlah pejabat yang menangani imigrasi, kepabeanan, perhubungan, dan sejumlah pejabat asosiasi, seperti Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) dan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).

”Kesimpulan tentang pertemuan ini baru akan dicapai besok atau lusa,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di sela-sela acara.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono menyatakan, fasilitas antara lain melibatkan pihak bea dan cukai. Untuk tahap pertama, hal ini akan dikonsolidasikan pihak bea dan cukai di bandar udara.

”Intinya adalah mempercepat penyelesaian dari sisi bea dan cukai lewat validasi daftar nama penumpang sebelum kedatangannya,” kata Agung.

Dialog kelancaran mobilitas manusia di negara-negara APEC dibagi ke dalam empat subtema. Pertama adalah fasilitasi prosedur visa. Hal ini antara lain menyangkut pemanfaatan visa negara ketiga, penyederhanaan pengurusan visa, dan elektronik visa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua adalah informasi penumpang. Hal yang dibahas adalah tentang pedoman mengenai cara untuk memastikan keamanan pelancong dan menyusun dokumen dari pengalaman yang ada.

KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO Wisatawan asing sedang asik melihat barang antik yang didagangkan di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2013). Pada tahun 2013 ini, pemerintah menargetkan sebanyak sembilan juta wisatawan asing berkunjung ke Indonesia.
Ketiga adalah program pelancong tepercaya (trusted traveler programs). Isinya tentang pengembangan prinsip-prinsip utama dan berbagi informasi serta penggunaan biometrik untuk pemindaian dan verifikasi identitas. Salah satu sasarannya adalah fasilitas untuk petugas pembantu korban bencana.

Keempat adalah program bandara ramah pelancong. Ini merupakan konsep mengenai bandara yang memberikan keramahan dan kenyamanan bagi semua orang.

Fasilitasi perjalanan termasuk dalam satu isu besar yang dibahas dalam KTT APEC di Bali, yakni konektivitas. Isu besar lainnya adalah perdagangan bebas dan pertumbuhan berkelanjutan dengan pemerataan.

Sejauh ini kelancaran mobilitas manusia lebih banyak dihubungkan dengan sektor pariwisata. (LAS/JOE/COK)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X