Kompas.com - 03/10/2013, 09:08 WIB
Lontong kupang, makanan khas Sidoarjo, Jawa Timur, dibuat menggunakan bumbu petis. KOMPAS/RADITYA HELABUMILontong kupang, makanan khas Sidoarjo, Jawa Timur, dibuat menggunakan bumbu petis.
EditorI Made Asdhiana
BEGITU pentingnya petis sebagai bumbu berbagai hidangan khas pesisir Selat Madura menjadikannya tak pernah kehabisan pasar. Beberapa produsen petis berinovasi untuk menghadirkan cita rasa petis yang baru. Namun, primadonanya tetaplah petis ikan tuna ”klasik” yang terwariskan dari generasi ke generasi.

Bau udang menyengat memenuhi ruangan berukuran 2 meter x 3 meter yang sesak oleh dua tungku perapian tempat dua wajan berukuran satu meteran terpanggang. Seluruh dinding ruang hitam oleh asap kayu bakar. Kini, asapnya memapar wajah Darto (40). Tak berkedip, Darto mengawasi adonan tepung tapioka dan garam di kedua wajan yang terpanggang.

Sesekali ia mengamati tangkai kayu yang berhulu di sebuah mesin pengaduk. Kayu itu pelan memilin adonan tapioka dan garam di wajan. Perlahan, bahan dasar petis udang itu mengental hingga siap dituangi kaldu udang yang jadi sumber rasa utama dari petis udang itu.

Lalu, giliran gula permen (glukosa) yang diimbuhkan. Gula itu tidak hanya menebar aroma manis, tetapi juga bakal menghitamkan petis udang olahan pabrik Haji Hakim (48) di Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Gresik, itu. ”Saya sudah lima tahun bekerja mengawasi proses pengadukan petis udang,” ujar Darto sambil memeriksa kekentalan petis racikannya.

Untuk mengolah petis, Darto memang dipercaya Haji Hakim. Mengolah petis sungguh butuh ketelatenan. Sebab, adonan di wajan harus diaduk dan dipanggang selama delapan jam sebelum matang menjadi petis yang kental bak karamel.

Haji Hakim, ketua perkumpulan pembuat petis di Desa Gumeng, mewarisi pabrik petis dari orangtuanya. Hingga kini, cara dan resep pembuatan petis masih warisan orangtuanya. Namun, ia tak khawatir petisnya bakal ditinggal pembeli. ”Di mana ada orang Madura, petis pasti laku,” katanya meyakinkan.

Setiap hari bersama 70 pembuat petis di Desa Gumeng diproduksi satu ton petis yang dipasarkan ke Pasuruan, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi. Omzet penjualan petis terbesar datang dari Jember dan Lumajang, kantong masyarakat Madura di Jawa Timur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selera bergeser

Seperti kata Haji Hakim, masyarakat Madura memang menjadi pangsa pasar terbesar para penghasil aneka petis ikan, udang, ataupun petis olahan hasil laut lain. Jika masyarakat pesisir utara Jawa lebih menggemari petis udang dengan warnanya yang hitam oleh gula, masyarakat Madura lebih suka petis ikan berasa asin dan berwarna coklat terang.

Salah satu bahan terbaiknya adalah ikan tuna, jenis petis yang diproduksi pabrik petis Daiman (40) di Sampang, Madura. Pembuatan petis ikan di dapur pabrik Daiman berbeda dengan cara pembuatan petis udang di dapur Haji Hakim.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Travel Update
Pengalaman Work From Bali, Kalau Mumet Bisa ke Pantai

Pengalaman Work From Bali, Kalau Mumet Bisa ke Pantai

Jalan Jalan
7 Obyek Wisata yang Tidak Boleh Dilewati di Kawasan Bromo dan Semeru

7 Obyek Wisata yang Tidak Boleh Dilewati di Kawasan Bromo dan Semeru

Jalan Jalan
Seluruh Obyek Wisata Kabupaten Bandung Tutup Sepekan Sampai 21 Juni

Seluruh Obyek Wisata Kabupaten Bandung Tutup Sepekan Sampai 21 Juni

Travel Update
Traveloka dan Citilink Gelar Promo Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Traveloka dan Citilink Gelar Promo Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Travel Promo
5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

Travel Update
10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X