Kompas.com - 03/10/2013, 11:33 WIB
Pertunjukan tari kecak di Uluwatu, Bali, Kamis (6/6/2013). Tari kecak yang dimainkan tiap hari di pura ini bisa menyedot hampir seribu penonton. TRIBUN/TAUFAN WIJAYAPertunjukan tari kecak di Uluwatu, Bali, Kamis (6/6/2013). Tari kecak yang dimainkan tiap hari di pura ini bisa menyedot hampir seribu penonton.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2013, yang tengah berlangsung di Nusa Dua, Bali, secara tidak langsung ikut mempromosikan seni budaya Bali, salah satu daya tarik wisatawan yang berlibur ke Pulau Dewata.

"Namun pelaku-pelaku seni di tingkat bawah, baik para seniman maupun perajin seni yang menghasilkan berbagai jenis cendera mata yang dibeli oleh turis menikmati hasil yang sangat kecil," kata Dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Dr I Gusti Made Ngurah di Denpasar, Kamis (3/10/2013).

Pasalnya, menurut Made Ngurah, aktivitas seni budaya maupun hasil kerajinan yang ditekuni masyarakat bawah itu sangat dinikmati wisatawan, yang rela mengeluarkan uang cukup besar.

"Masalahnya wisatawan dalam menikmati pementasan seni maupun membeli berbagai jenis cendera mata itu melalui perantara yang justru mengambil keuntungan sangat besar tanpa mempedulikan pelaku-pelaku seni," ujar Made Ngurah.

Dia mencontohkan benda-benda seni yang dijual toko oleh-oleh maupun toko penjual cendera mata sangat mahal yang mampu memperoleh keuntungan berlipat ganda, sementara pekerja seni dibayar sangat murah.

"Kondisi yang dimikian memerlukan perhatian dan peran serta semua pihak, jika kondisi itu dibiarkan berlanjut, dikhawatirkan akan mengurangi mutu seni budaya Bali maupun semakin rendahnya mutu cenderamata," ujarnya.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Perajin patung menyelesaikan pembuatan patung dari batu padas di Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Minggu (8/5/2011). Batubulan dan Singapadu di Kecamatan Sukawati menjadi sentra pembuatan patung khususnya dari bahan campuran semen dan batu paras serta batu padas. Patung-patung tersebut diekspor hingga ke mancanegara.
Untuk itu perlu perhatian para pengambil kebijakan, agar seni budaya Bali yang menjadi daya tarik wisatawan mendapat perhatian, sehingga pelaku-pelakunya mendapat imbalan yang lebih wajar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Demikian pula pelaksanaan KTT APEC di Bali dapat dinikmati masyarakat sampai di kelas bawah, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pangan selama delegasi berada di Bali mengutamakan hasil petani setempat.

"Dengan demikian masyarakat mampu memperoleh tingkat kesejahteraan sekaligus mutu seni dan budaya tetap dapat dipertahankan," kata Gusti Made Ngurah.

KOMPAS/ALIF ICHWAN Sejumlah delegasi APEC menyaksikan tempat sabung ayam atau tajen yang diabadikan dalam diorama di Pura Taman Ayun, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (2/10/2013).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Check-in Penerbangan Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi

Panduan Check-in Penerbangan Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi

Travel Tips
46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

Travel Tips
Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Travel Update
Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Travel Update
Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Jalan Jalan
Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Jalan Jalan
9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

Travel Tips
3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Travel Update
Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

Travel Update
5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

Travel Tips
Wisata Sejarah ke Sawahlunto, Kunjungi Lubang Tambang Batu Bara

Wisata Sejarah ke Sawahlunto, Kunjungi Lubang Tambang Batu Bara

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Travel Update
Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.