Kompas.com - 03/10/2013, 17:16 WIB
Wisatawan menikmati sore di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (22/6/2013). Keindahan wisata pantai di sejumlah kawasan di Bali seperti Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua dan Tanjung Benoa masih menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESWisatawan menikmati sore di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (22/6/2013). Keindahan wisata pantai di sejumlah kawasan di Bali seperti Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua dan Tanjung Benoa masih menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Pelaksanaan KTT APEC membawa dampak terhadap penghasilan pengusaha jasa wisata air, lantaran pengamanan ketat di kawasan Nusa Dua sehingga turis tidak bisa bebas berekreasi di pantai tersebut.

"Kami mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat dampak dari ketatnya keamanan di kawasan wisata Nusa Dua dan Tanjung Benoa," kata Dedy Sastrawan, seorang pengelola jasa wisata tirta di Tanjung Benoa, Bali, Kamis (3/10/2013).

Menurut Dedy, para pengusaha jasa wisata air di kawasan tersebut mengeluh jika dalam beberapa hari ini usahanya menjadi sepi dan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Dedy mengaku dalam sehari dia bisa meraup sekitar Rp 3,5 juta dari 10 orang wisatawan yang menggunakan jasa speedboat dan paralayang.

"Itu baru 10 orang wisatawan, biasanya dalam sehari kami melayani sedikitnya 20 orang. Namun akibat pengamanan KTT APEC yang  ketat, wisatawan yang datang sangat sedikit. Bahkan dalam dua hari terakhir ini sama sekali tidak ada kegiatan karena ada larangan bermain atau rekreasi di laut dan di udara," ucapnya.

Dedy mengatakan kondisi yang sama dialami oleh seluruh rekan-rekan lainnya yang memiliki usaha jasa rekreasi air. "Semua jasa wisata air sepekan kayaknya tiarap. Sehingga akan berpengaruh terhadap gaji karyawan," katanya.

Sementara pengusaha jasa wisata air lainnya, Wayan Adi mengaku ikhlas dengan kondisi seperti sekarang demi keamanan dan kenyamanan KTT APEC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau memang pihak yang berwenang mengatakan segala jenis olahraga seperti ski air, paralayang, dilarang, ya mau gimana lagi. Demi Bali kami rela. Tetapi pertanyaan selanjutnya, kami harus menanggung kerugian hingga puluhan juta selama lebih kurang sepekan," katanya.

Kawasan Nusa Dua, Tanjung Benoa dan sekitarnya merupakan kawasan olahraga air. Hampir setiap hari pantai di kawasan wisata tersebut selalu ramai dikunjungi wisatawan dan bahkan didominasi wisatawan asing sehingga tarif untuk jasa rekreasi air boleh dibilang cukup mahal.

Biasanya para wisatawan tersebut sering menyewa perahu untuk sekadar keliling menikmati keindahan Pulau Penyu dan menyelam. Namun sejak 1 Oktober atau menjelang KTT APEC, tidak satu pun wisatawan yang menyewa berbagai jenis olahraga air tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.