Hambatan Perjalanan Dalam APEC Dikurangi

Kompas.com - 04/10/2013, 08:07 WIB
Wisatawan asing tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/5/2013). Wisata alam, rohani dan sejarah menjadi andalan sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur.  KOMPAS/YUNIADHI AGUNG Wisatawan asing tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/5/2013). Wisata alam, rohani dan sejarah menjadi andalan sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur.
EditorI Made Asdhiana
NUSA DUA, KOMPAS — Perjalanan wisata ke anggota ekonomi forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) nantinya akan dibuat lebih cepat, aman, dan nyaman, terutama di pintu-pintu masuk. Selain mendorong peningkatan investasi, juga merealisasikan integrasi ekonomi di kawasan Asia Pasifik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan hal itu, Kamis (3/10/2013), di Nusa Dua, Bali, dalam rangka seminar bertema ”Connectivity and Inclusive Growth in the Asia-Pacific”.

Selain Mari, tampil sebagai pembicara dalam Panel B dengan subtema ”People to People Connectivity” adalah A Didar Singh (Secretary General Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry) dan Sun Ziyu (Chief Engineer International President of China Communications Constructions Company).

Seminar, yang sekaligus momen peluncuran Dewan Kerja Sama Ekonomi Pasifik (PECC), ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan dalam CEO Summit dan KTT APEC Indonesia 2013 pada 1-8 Oktober 2013 di Bali.

Mari mengatakan, realisasi integrasi ekonomi kawasan Asia Pasifik tidak hanya dalam bentuk perdagangan dan investasi, tetapi juga memfasilitasi perpindahan atau perjalanan orang antaranggota APEC agar lebih mudah, cepat, efisien, dan aman.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah mempermudah pengurusan visa. Caranya, antara lain mengurangi persyaratan atau memanfaatkan teknologi sehingga pengurusan visa secara online. Selain itu, meningkatkan area negara bebas visa. Jika tetap memerlukan visa, bisa dengan multiple entry (visa untuk masuk berulang kali).

Orang yang berkunjung juga tidak perlu mengantre di imigrasi. Caranya bisa dengan persetujuan online melalui deteksi sidik jari atau paspor biometrik. Di kawasan APEC, sudah ada kartu perjalanan bisnis khusus bagi pebisnis. ”Mereka tidak perlu visa dan ada jalur khusus di setiap anggota, kecuali AS,” katanya.

Mari berharap sistem yang berlaku bagi para pebisnis nantinya juga bisa berlaku bagi wisatawan. Di luar perbaikan mekanisme pengurusan dan implementasi visa, juga ada program bandara ramah wisatawan.

Caranya dengan meningkatkan pelayanan di pintu-pintu masuk, seperti bandara, pelabuhan, ataupun perbatasan darat. Ada standar pelayanan khusus. Untuk keberangkatan, mulai dari check in sampai ke ruang tunggu, hanya perlu waktu 10 menit. Orang senang kalau semuanya aman, cepat, dan nyaman.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Turis dari Eropa yang menggunakan kapal pesiar Minerva tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (7/1/2013). Turis yang berkunjung ke Jawa Tengah diperkirakan meningkat seiring dengan banyaknya kapal pesiar yang akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas.
Lebih lanjut Mari mengatakan, penerapan standar pelayanan yang lebih baik mendorong orang berkunjung ke Indonesia. Laporan dari WTO menyebutkan, dengan mengurangi penggunaan visa kertas di APEC, dalam waktu dua tahun nanti akan ada tambahan 38 juta sampai 57 juta pengunjung baru di kawasan APEC. Menyerap 1,8 juta sampai 2,6 juta pekerja baru. Pendapatan naik 62 miliar dollar AS hingga 89 miliar dollar AS.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan, pertemuan konklusi pejabat senior APEC pada 1 Oktober 2013 menyepakati rekomendasi pertemuan High Level Policy Dialogue on Travel Facilitation. Rekomendasi ini masuk dalam prioritas III, yaitu mendorong konektivitas.

Tujuan dari rekomendasi itu adalah untuk mendorong kerja sama fasilitasi perjalanan yang mendukung sektor pariwisata. Peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan akan turut mendorong peningkatan investasi di sektor pariwisata. (MAS)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X